Perwakilan Jurnalis Kawal Otsus Diskusi Hasil Peliputan Investigasi

Suasana saat presentasi dari perwakilan kelompok dalam memaparkan hasil diskusi (Foto : Tesan/TopbNews.com)

Wamena, TopbNews.com – Perwakilan Jurnalis dari enam Provinsi di Tanah Papua mengawali rangkaian Pembelajaran Keterlibatan Media Lokal dalam Mengawal Implementasi Otonomi Khusus di Tanah Papua dengan diskusi bersama.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kota Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, pada Rabu (11/9) ini merupakan kegiatan lanjutan yang diinisiasi USAID Kolaborasi bekerjasama dengan Media Jubi dan Asosiasi Wartawan Papua (AWP).

Diskusi yang dibagi dalam tiga kelompok ini membahas tentang hal baik yang didapat selama peliputan, tantangan dan rencana tindak lanjut dari program jurnalis kawal otsus.

Dari tiga kategori itu, secara umum dipaparkan bahwa jurnalis kawal otsus mendapat hal baru dalam hal menyusun dan merancang TOR sebagai awal dalam peliputan. Memperoleh informasi terbaru terkait alokasi anggaran Otsus dengan tiga hal penting yakni Keberpihakan, Perlindungan dan Pemberdayaan.

“Selama ini kami lebih fokus pada penulisan berita harian atau istilahnya hard news. Namun dengan program ini, kami mendapat pengalaman baru dalam melakukan peliputan Investigasi yang mendalam pada satu isu seputar Otsus”, kata Arina Iriyanan, perwakilan dari Kelompok 2.

Perwakilan kelompok 3, Hendrik Rewapatara menyampaikan, tantangan yang dihadapi dilapangan secara internal minimnya kekompakan dan komitmen tim sehingga tidak, semua tim aktif bekerja.

“Tantangan eksternalnya, adalah kurangnya transparansi nara sumber dalam memberikan informasi terkait alokasi anggaran Otsus. Bahkan beberapa narsum sulit ditemui”, Hendrik.

Seluruh kelompok mengusulkan agar, kegiatan jurnalis kawal otsus menjadi program lanjutan yang lebih komprehensif lagi dalam hal peningkatan kapasitas jurnalis, penguatan jaringan dan kerjasama dengan lembaga-lembaga lokal dan nasional, meningkatkan hubungan dengan pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong akses informasi yang lebih baik, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan.

“Output dari diskusi ini, kami sepakat untuk lanjutkan fellowship”, ujar Natalia Yoku, perwakilan dari kelompok 1.

Dominggus Manpioper, Jurnalis Senior menyampaikan, Jurnalis harus senantiasa meningkatkan kapasitas dirinya. Terlebih berbicara tentang otsus maka regulasi dan turunannya harus dipahami oleh seorang jurnalis secara baik.

Senada, Jurnalis Senior, Gabriel Maniagasi, mengungkapkan empat hal yang harus dimiliki seorang jurnalis yakni ; Pengetahuan, Pola Pikir yang Baik, Motivasi Positif dan Komitmen.

Diharapkan, Program Jurnalis Kawal Otsus dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan pelaksanaan Otsus yang lebih baik di Tanah Papua.

Penulis : Tesan & NatYo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!