Pertemuan Akbar BMP-PB, Kepala Suku dan Pemerintah Tegaskan Peran Masyarakat Adat Dalam Pembangunan

Manokwari, TopbNews.com – Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Barat menggelar Pertemuan Akbar Kepala Suku, Tokoh Adat, dan Pemerintah sebagai upaya memperkuat integritas dan sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam menjawab isu-isu penting pembangunan di Tanah Papua.

Dalam sambutannya, Ketua Barisan Merah Putih Papua Barat Saul Samuel Mandowen menegaskan pentingnya pertemuan ini dalam membangun kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat adat.

“Papua bukan hanya tanah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi juga tanah yang kaya dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Pembangunan di Tanah Papua tidak akan berhasil tanpa kehadiran masyarakat adat,” ujar Samuel.

Ia menambahkan, pemerintah dan masyarakat adat harus berjalan seiring, saling menghargai, dan memperkuat satu sama lain dalam setiap langkah pembangunan. Menurutnya, Papua saat ini tengah menghadapi berbagai isu penting, mulai dari kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Dari pertemuan ini, kita berharap lahir komitmen bersama, kebijakan yang berpihak, serta program nyata yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat adat di seluruh Papua,” tambahnya.

Samuel juga menekankan bahwa sinergitas tidak hanya sebatas membangun infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, atau gedung, melainkan juga membangun kepercayaan, rasa saling menghormati, dan semangat persaudaraan antar semua pihak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Judson Ferdinandus Waprak, perwakilan Fraksi Otonomi Khusus DPR Papua Barat Maurits Saiba yang juga Ketua LMA Papua Barat, mantan Ketua MRP Maxie Ahoren, perwakilan Biro Pemerintahan Papua Barat Melia Joy, akademisi Marlon Huwae, anggota DPRK Otsus Yusak Dowansiba, tokoh adat Arfak Hans Mandacan, serta tokoh perempuan Papua Anike Sabami. Pertemuan ini juga melibatkan berbagai kepala suku dan tokoh masyarakat adat lainnya yang memberikan pandangan dan harapan terhadap arah pembangunan di Tanah Papua.

Pertemuan akbar ini diharapkan menjadi ajang untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam proses pembangunan di Papua Barat serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. (Erik Azwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!