
Manokwari, TopbNews- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat menerima dokumen pengajuan bakal calon anggota DPD RI dapil Provinsi Papua Barat, Adolof Fonataba, Kamis (11/5) sore.
Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Paskalis Semunya menyampaikan, Adolof Fonataba menjadi bakal calon anggota DPD RI dapil Papua Barat kesepuluh yang telah mendaftar.
“Dengan diterimanya berkas pengajuan bakal calon DPD RI dapil Papua Barat, Adolof Fonataba, maka sebanyak 10 balon DPD RI yang telah mendaftar, sehingga masih tersisa 3 bakal calon,” ujar Paskalis.
Secara terpisah, Adolof menyampaikan ini pertama kalinya ia ikut sebagai kontestan pemilu dan langsung memilih DPD RI sebagai obsesi politiknya.
“Untuk DPD RI, ini baru pertama kalinya saya mendaftar sebagai bakal calon DPD RI. Dulu di PDIP saya ketua PCA di distrik Manokwari selatan, tapi hanya sebagai pengurus. Tapi sekarang saya maju untuk bertarung,” ujarnya kepada sejumlah awak media.
Ditanyakan soal alasannya bertarung memperebutkan kursi Senator. Adolof dengan singkat mengatakan, itu pilihan politiknya.
“Saya Memilih DPD RI bukan karena keterpaksaan tapi pilihan hati nurani. Bukan karena DPD itu istimewa, atau bukan karena DPRD kabupaten atau DPR Provinsi itu istimewa, tetapi kita punya pilihan politik masing-masing. Jadi sudah harus menghitung kekuatan basis massa. Siap bertarung, dipilih dan tidak dipilih,” jelasnya.
Terkait Jumlah 1002 dukungan yang tersebar di 7 kabupaten dan menghantarkannya lolos administrasi, Adolof tetap optimis. Menurutnya, soal dukungan tipis itu hanya masalah teknis.
“Kesalahan teknis bisa saja terjadi. Kalau ada masyarakat memberikan dukungan, pada saat verifikasi faktual ada yang tidak ditemukan di lapangan, itu yang tidak memenuhi syarat dukungan, sehingga dukungan tipis. Selain itu kurangnya pengawalan juga menjadi faktor penyebabnya,” ujarnya mencontohkan sembari mengatakan, dukungan masyarakat yang akan menentukan.
“Intinya pada tanggal 14 Februari 2024, saya siap bertarung. Kita lihat pilihan rakyat,” tutup Adolof percaya diri.
Penulis : Tesan/Natyo