Penumpang Keluhkan Sulit Dapat Tiket Jelang Natal, Empat Hari Menunggu di Bandara Manokwari

Manokwari, TopbNews.com – Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2025, sejumlah penumpang di Bandara Rendani Manokwari mengeluhkan sulitnya mendapat tiket pesawat menuju berbagai daerah. Salah satu penumpang adalah Lis Pattikayhatu (53) sejak empat hari terakhir menunggu kesempatan untuk bisa terbang ke Ambon.

Lis mengaku telah datang sejak pukul 07.00 WIT pada Selasa (24/12/2025) dengan harapan adanya kursi kosong. Namun, sejak 21 Desember hingga 24 Desember, seluruh penerbangan menuju Ambon dinyatakan penuh.

“Saya sudah datang dari jam 7 pagi. Rencana mau ke Ambon, tapi sudah beberapa hari tiketnya full. Dari travel bilang tunggu kalau ada yang kosong, tapi sampai hari ini tidak ada,” keluhnya.

Karena hendak menghadiri ibadah Natal tanggal 24 dan 25 Desember, Lis mengatakan kini sudah tidak lagi mencari alternatif penerbangan lain. Penundaan keberangkatan membuat rencananya untuk merayakan Natal bersama keluarga di Ambon tidak dapat terlaksana.

“Saya sudah empat hari menunggu. Dampaknya penerbangan saya tertunda dan tidak bisa dilanjutkan. Ini kan sudah tanggal 24, sebentar lagi ibadah sore dan pagi besok Natal. Jadi saya sudah tidak bisa cari penerbangan lain,” sebutnya.

Lis berharap pihak bandara dan maskapai dapat meningkatkan pelayanan, terutama pada masa-masa dengan lonjakan penumpang seperti perayaan Natal. Ia menilai perlu ada penambahan maskapai agar kebutuhan masyarakat di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Kabupaten Manokwari dapat terpenuhi.

“Kedepan, siapa tahu maskapai di Manokwari bisa ditambah. Jangan hanya Batik Air dan Super Air Jet saja. Supaya penumpang yang belum dapat tiket bisa terakomodasi. Bukan hanya saya, tadi saya lihat ada beberapa orang yang menunggu,” jelasnya.

Kesulitan mendapat tiket tidak hanya dirasakan penumpang tujuan Ambon. Menurut Lis, ada pula warga yang hendak menuju Sorong namun terkendala hal serupa.

“Untuk keluar dari Manokwari saja sangat susah. Tadi ada ibu-ibu mau ke Sorong juga, kasihan tidak bisa,” katanya. (TOP-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!