
Manokwari, TopbNews – Kepala Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Papua Barat, Musa Kamudi mengakui peran pemuda mencegah radikalisme dan terorisme sangat penting. Musa menegaskan faham radikalisme, harus disingkirkan di seluruh wilayah NKRI.
“Ideologi Pancasila, bertentangan dengan faham radikalisme. Kelompok ekstrimis yang memiliki pemikiran sempit harus disingkarkan. Kejadian teror di Bali tidak boleh terulang kembali dan harus di cegah sedini mungkin melalui peran anak muda,” harap Musa dalam diskusi bersama Forum FKPT dengan Badan nasional penanggulangan Terorisme (BNPT), Rabu (12/7).
Selain Kepala Seksi Pemulihan Korban Aksi Terorisme (BNPT), Nilam Ayungningtias mengatakan saat ini penyebaran faham radikalisme dan terorisme kerap dilakukan melalui media sosial. Untuk itu, upaya peningkatan pencegahan harus dilakukan secara intensif dan berkala.

Menurut Nilam, salah satu dampak dari terorisme adalah bagi para korban. Para korban terorisme, akan mengalami dampak psikologis dan gangguan mental secara berkepanjangan.
“Jadi teman-teman di sini saya ingin berbagi pengalaman atau inspirasi dimana untuk penanganan korban terorisme itu mereka sangat sensitif dan mereka mengalami gangguan mental dan piskis yang sangat lama,” ungkap Nilam.
Selain memaparkan dampak dari faham terorisme, pada kegiatan ini para peserta juga diberi pelajaran membuat konten-konten positif di media sosial. Peserta yang hadir berasal dari perwakilan berbagai jurusan alumni dari universitas di luar Papua, Alumni Malang Kanal Manokwari Raya serta Duta Damai Papua Barat. (*)
Penulis: Marthina