
Manokwari, TopbNews.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat berkolaborasi bersama Tim Penggerak PKK melaksanakan kegiatan pengobatan massal, Sabtu (8/7) berlokasi di Kantor Kampung Susweni, Manokwari.
Pengobatan massal yang dilakukan meliputi pelayanan ibu hamil, berupa pemeriksaan kehamilan dan USG, pelayanan kesehatan anak, khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Penjabat Gubernur Papua Barat dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II, Melkias Werinusa mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Papua Barat sedang fokus pada percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim. Oleh sebab itu memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat merupakan mitra pemerintah yang mempunyai peranan penting dalam percepatan penurunan stunting yang dimulai dari keluarga, karena merupakan institusi terkecil dalam sebuah komunitas yang bertujuan membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif dan berkualitas.
Presiden juga secara berulang telah memberikan arahan bahwa percepatan penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem sangat penting, sebagaimana target Indonesia emas tahun 2045 harus adanya pembentukan SDM sejak dini.
“Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci Indonesia ke depan. titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan dan jangan sampai stunting, kematian ibu atau kematian bayi meningkat,” terangnya.
Penjabat Ketua TP PKK Papua Barat, Roma Megawanty menjelaskan, kegiatan yang sukses terselenggara dari pagi hingga siang hari dalam rangka pengobatan massal dan khitanan massal. Agenda ini merupakan inisiasi dari Pj. Gubernur Waterpauw mengingat berkediaman di lingkungan Susweni dan belum melakukan kegiatan seperti ini.
“Diminta untuk pelaksananya PKK karena menurut beliau kerja PKK gesit dan teliti. Target kami adalah masyarakat sekitar, tapi dalam rangka Idul Adha juga ada khitanan massal,” Jelas Roma Megawanty.

Dikatakan Roma, antusias peserta yang hadir terpantau melampaui target, dimana tercatat sebanyak 40 anak mengikuti khitanan massal. Khitanan diikuti baik oleh usia anak dan juga beberapa peserta dewasa. Sedangkan peserta lainnya turut memeriksakan kondisi kesehatan meliputi anak, ibu hamil, orang dewasa dengan berbagai macam keluhan.
“Dari target yang ingin capai 30 anak ternyata melebihi dan tercatat 40 anak melakukan khitanan. Demikian juga pengobatan untuk anak maupun Ibu hamil dan dewasa segala macam keluhan melebihi target. Tadi juga ada masukan dari ibu kepala kampung menyambut sangat baik dan senang serta menyampaikan baru kali ini melakukan kegiatan seperti ini,” urainya.
Ia mengapresiasi pemerintah kampung yang menyambut baik kegiatan itu, serta dukungan dari Pemprov melalui Dinas Kesehatan yang memberikan bantuan dari sisi tenaga medis yang juga melibatkan Puskesmas Pasir Putih, Obat-obatan dan peralatan.
Penulis : Redaksi