Pemprov Papua Barat Ajak Kerukunan Sragen Asri Perkuat Gotong Royong dan Persatuan

Manokwari, TopbNews.com – Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Papua Barat, Marthen Kocu, menegaskan bahwa keberadaan organisasi kedaerahan seperti Kerukunan Sragen Asli (Asri) di Papua Barat merupakan wujud nyata keberagaman sekaligus penguat persatuan bangsa.

mostbet

Hal itu ia sampaikan dalam acara Pengukuhan Pengurus Kerukunan Sragen Asri Papua Barat Periode 2025–2028, yang digelar, Minggu (30/11) di Manokwari.

Dalam sambutannya, Marthen Kocu menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota kerukunan yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi dan kontribusi seluruh anggota Kerukunan Sragen Asri yang telah turut berperan dalam pembangunan Kabupaten Manokwari khususnya, dan Papua Barat pada umumnya”, ujarnya.

Ia menilai pengukuhan pengurus baru menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat asal Sragen dengan masyarakat Papua Barat. Semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan, menurutnya, harus terus dijaga dan diperkuat.

Lebih lanjut, Marthen berharap pengurus baru dapat mempererat tali silaturahmi, berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, serta menjadi jembatan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.

“Pemerintah provinsi siap mendukung kegiatan positif Kerukunan Sragen Asri selama sejalan dengan visi pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat luas”, tuturnya.

Marthen turut mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang telah dikukuhkan dan berpesan agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Pengukuhan pengurus Kerukunan Sragen Asri Papua Barat diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara warga asal Sragen dengan pemerintah daerah serta seluruh masyarakat Papua Barat. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!