Pembukaan Pesparawi XIV di RTP Borarsi Diguyur Hujan Angin, Warga Kecewa Tak Diizinkan Masuk Lokasi Acara

Manokwari, TopbNews.com – Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, berlangsung di tengah hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan tersebut, Sabtu (20/6/2026) sore.

Meski cuaca kurang bersahabat, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan acara pembukaan tetap tinggi.

Namun, banyak warga yang datang harus puas menyaksikan jalannya kegiatan dari luar pagar karena tidak diizinkan memasuki area utama acara.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah warga berteduh di sekitar pagar RTP Borarsi sambil berusaha mengikuti jalannya acara dari kejauhan. Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang berharap dapat ikut merasakan kemeriahan pembukaan Pesparawi.

Pembukaan Pesparawi XIV juga dihadiri Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Kehadiran para pejabat tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung jalannya acara.

Salah seorang warga, Desi, mengaku memahami alasan pembatasan akses yang diterapkan panitia demi keamanan dan ketertiban acara.

Namun menurutnya, masyarakat juga seharusnya diberikan ruang untuk menikmati pesta rohani tersebut.

“Kalau menurut saya sebagai masyarakat, memang kalau dilihat dari satu sisi juga perlu dengan kewaspadaan. Cuma ini kan hari bahagia untuk semua, jadi kiranya pemerintah atau panitia siapkan tempat juga untuk masyarakat. Agar pesta ini juga sebagai pesta rakyat”, ujarnya.

Ia menilai fasilitas dan akses tidak seharusnya hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja, tetapi juga masyarakat umum yang datang untuk memberikan dukungan dan menyaksikan jalannya kegiatan.

“Supaya jangan cuma kalangan tertentu saja yang bisa menikmati dan diberikan fasilitas, tapi kami warga masyarakat juga bisa”, tambahnya.

Desi mengaku salah satu alasan dirinya datang ke lokasi pembukaan adalah untuk menyaksikan secara langsung kehadiran Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Namun harapan itu tidak terwujud karena masyarakat umum tidak diperkenankan masuk ke area acara.

“Ada sedikit kecewa, tapi ya kami sebagai masyarakat tetap patuh pada aturan”, katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Susan, warga lainnya yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan Pesparawi XIV.

Ia mengaku sempat menanyakan kepada petugas mengenai akses masuk ke lokasi acara, namun mendapat informasi bahwa masyarakat umum tidak diperkenankan masuk.

“Kebetulan pas tadi kita masuk ke sana, kita tanya, tapi dibilang tidak boleh masuk. Terus hujan. Tadi kami di luar, sementara rekan-rekan yang datang hanya menggunakan motor”, ujarnya.

Menurut Susan, dirinya bersama warga lainnya tetap bertahan di luar area acara meski harus kehujanan karena ingin mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung.

Selain menyaksikan pembukaan Pesparawi, mereka juga berharap dapat melihat secara langsung Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang hadir dalam acara tersebut.

“Kami datang karena ingin mengikuti kegiatan ini dan juga ingin melihat Ibu Sherly Tjoanda secara langsung. Tapi karena tidak bisa masuk, akhirnya kami hanya melihat dari luar pagar”, katanya.

Susan berharap pada pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang, panitia dapat menyediakan area khusus bagi masyarakat umum agar mereka dapat ikut menyaksikan jalannya acara dengan nyaman dan aman.

“Supaya kalau ke depannya ada acara seperti begini lagi, ya diharapkan masyarakat bisa masuk. Bisa sama-sama berada di dalam. Karena tujuan kami datang juga untuk melihat dan mengikuti kegiatan ini”, tuturnya.

Meski menyampaikan kekecewaan, para warga mengaku tetap menghormati aturan yang telah ditetapkan panitia. Mereka berharap evaluasi dapat dilakukan agar pelaksanaan Pesparawi sebagai pesta iman dan pesta rakyat dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pesparawi XIV merupakan agenda keagamaan yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah untuk memuliakan Tuhan melalui puji-pujian dan paduan suara gerejawi.

Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, semangat peserta dan masyarakat untuk mendukung jalannya kegiatan tetap terlihat hingga acara berlangsung. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!