
Manokwari, TopbNews- Gerakan Papua Penuh Damai (PAPEDA) yang menjadi program Kanwil kementerian Agama Papua Barat diharapkan menghadirkan kerukunan antar umat beragama hingga ke lapisan masyarakat di Manokwari dan Papua Barat. Dalam menerapkan “PAPEDA”, ada empat hal yang harus diperhatikan, yakni pendekatan budaya lokal, pendekatan ekonomi masyarakat, peduli terhadap sesama, dan peduli lingkungan sekitar.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor saat menghadiri acara Moderasi Agama Buddha Dalam Rangka Mengenang 100 Tahun Sang Pelopor Agama Buddha Nusantara Y.A.Mahabiksu Ashin Jinarakkhita (1923 – 2023) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Vihara Buddha Prabha Manokwari, Papua Barat, Minggu (5/3).
“Selamat mengenang 100 tahun Maha Bhiksu Y. M Ashin Jinarakkhita sang pelopor agama Buddha Nusantara semoga kita semua selalu semangat menjaga toleransi dan melayani umat” tutur Luksen.
“Program PAPEDA, yang kita sebut dengan program inspirasi moderasi beragama ini yang dicanangkan atau diajarkan Mahabiksu Y.M Ashin Jinarakkhita,” tambah Luksen.
Luksen optimis, jika “PAPEDA” bisa konsisten di jalankan, maka akan memunculkan ungkapan “Ko Top” yang bermakna; konsisten, optimis dan produktif. (*)
Penulis : Marthina Marisan