
Jayapura, TopbNews.com – Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo akhirnya berhasil meminta keluarga pemilik tanah bersertifikat membuka palang jalan Holtekamp.
Palang kembali dibuka setelah Abisai Rollo langsung menemui keluarga Agustina Meraudje dan membahas persoalan tersebut, setelah 2 hari sejak tanggal 1 sampai dengan 2 Agustus 2023 dipalang.
Yustina Meraudje, pemilik tanah bersertifikat itu mengaku dikerjai oleh Pemerintah Provinsi Papua. Kata dia, pihaknya sudah pernah berkomunikasi dengan beberapa pejabat di Provinsi Papua.
“Waktu itu kita sudah coba ke Kadis PU tapi diarahkan ke Plh Gubernur, tetapi kami diarahkan lagi ke Kadis PU. Sempat bicara dengan sekpri Kadis PU, ternyata tidak ada hasil. Kita dilempar kaya bola. Dari ibu susi, katanya banyak berdoa, dua minggu selesai. Kami merasa ditipu berkali-kali karena sampai hari ini permasalahan ini belum selesai sehingga kita putuskan untuk palang jalan ini lagi,” singkatnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo mengatakan, akan segera memanggil semua pihak terkait untuk membahas hal tersebut.
“Saya sebagai ketua DPR akan panggil semua pihak bersangkutan. Kita jangan halangi masyarakat. Kalau ini urusan Pemprov, saya panggil Plh. Gubernur Papua dan Dinas bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kalau tidak ada hasil, silahkan palang atau tutup. Masa luas area seperti itu pemerintah tidak bisa bayar,” tuturnya.
Menurutnya, masalah harga yang kabarnya menjadi tuntutan warga masih menemui jalan buntu, sehingga harus dibicarakan.

“Masalah harga kita harus duduk bicara, kita jangan halangi masyarakat. Kasih kepercayaan ke saya biar masyarakat lewat. Kasih saya kesempatan sampai 17 Agustus. Saya akan undang mereka cepat untuk bicara sama-sama. Malam ini kita buka, kasih tanggung jawab ke saya. Saya akan panggil ke dewan,” ujarnya meyakinkan.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, pemalangan ini merupakan yang ketiga kalinya. Pada pemalangan pertama pada Medio Maret 2023, Pemerintah Provinsi Papua berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut. Namun janji tersebut tidak terealisasi, sehingga pemalangan kedua dilakukan pada bulan Juni lalu,
Penulis : Natyo