OJK dan BEI Bekali Mahasiswa Pemahaman Keuangan Digital

Kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua-Papua Barat bersama Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua memberikan pemahaman keuangan digital kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (Uncen), Rabu (24/5). (Foto: Istimewa)

Jayapura, Topbnews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua-Papua Barat bersama Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua berkolaborasi memberikan pemahaman keuangan digital kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (Uncen).

Kegiatan dikemas santai ala kaum muda dalam Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk! Atau yang disingkat Ngopi Kuy! Dan Bertemakan ‘mahasiswa cerdas? Wajib ngerti keuangan digital’ di Aula FEB Uncen, Kota Jayapura, Papua pada Rabu (24/5).

Kepala OJK Papua-Papua Barat, Muhammad Ikhsan Hutahean dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa merupakan generasi yang wajib memahami keuangan digital.

Penekanan itu berangkat dari sensus penduduk Indonesia tahun 2020 yang menunjukkan, penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z sebesar 27,94 persen dan milenial sebesar 25,87 persen.

“Beberapa tahun ke depan seluruh generasi Z akan berada pada kelompok usia produktif yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”katanya.

“Usia produktif perlu mendapatkan perhatian khusus guna menjadi predator dalam mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi keuangan,” imbuhnya.

Melalui pemahaman keuangan digital ini, anak muda diyakini mampu dan bisa menjadi penggerak perekonomian Indonesia dimasa akan datang.

Tidak hanya itu, lanjut Ikhsan, kemampuan mahasiswa dalam mengadopsi teknologi digital juga akan meningkatkan ekonomi.

Berdasarkan data hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2020, bahwa generasi Z memiliki tingkat literasi keuangan yang cukup baik di level 49,03 persen.
Angka ini mendekati tingkat generasi keuangan nasional yang saat ini berada pada level 49,68 persen.

Suasana kegiatan di Aula FEB Uncen, Kota Jayapura, Papua pada Rabu (24/5).

“Hal yang menggembirakan adalah semangat generasi muda untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan tergambar pada tingkat inklusi keuangan yang mencapai 85,57 persen, lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat ikuti keuangan nasional sebesar 85,10 persen,” paparnya.

Demi Kemajuan Mahasiswa Uncen dan Generasi Muda

Sementara itu Uncen melalui Pembantu Rektor II Uncen, Prof Dr Arung Lamba, menyambut positif edukasi keuangan digital yang dilaksanakan ini.

Arung lamba berharap, edukasi seperti ini dapat dilakukan secara kontinyu sehingga mahasiswa dapat memahami, menambah pengetahuan dan kecerdasan tentang apa itu keuangan digital.

“Perkembangan elektronik dan digital saat ini sangat cepat berkembang, jika tidak diikuti akan tertinggal dan tergilas oleh zaman,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Dekan FEB Universitas Cendrawasih Dr. Mesak Iek mengatakan, pemberian pemahaman tentang keuangan perlu dilakukan lebih banyak lagi.

“Mahasiswa adalah generasi emas. Saya harapkan ikuti perkembangan keuangan digital yang sangat bermanfaat kedepan,” katanya.

Dialog dihadiri Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas V.M Tarihoran, Wakil Kedua Bidang Kelembagaan dan Hubungan Internasional AFPI Wisely Wijaya, dan Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kresna Aditya Payokwa yang masing-masing sebagai narasumber.

Penulis : Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!