
Kota Jayapura, TopbNews.com – Dapur mandiri pertama di papua yang dikelola secara mandiri oleh seorang perempuan papua siap menyalurkan makanan bergizi gratis bagi 3969 penerima manfaat di Kabupaten Sentani dan sekitar pesisir danau sentani.
Adalah Yayasan Teker Harapan Papua, yang diketuai Hesty Imelda Kere sebagai pengelola dapur mandiri mengatakan sangat menyambut baik program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subiyanto beberapa waktu lalu.
“Penerima manfaat dari MBG di Kabupaten sentani ini berada di dua distrik yakni distrik sentani timur dan distrik ebungfauw, mulai dari siswa TK hingga SMA. Untuk wilayah Distrik Sentani Timur sendiri ada sekitar 3200 siswa yang menerima manfaat hingga diwilayah danau yakni kampung Asei, Ayapo, Puai dan Yokiwa”, kata Hesty.
“Sementara penerima manfaat lainnya yang ada di wilayah danau distrik Ebungfauw yakni kampung Asei, Yoboi, Ifale, Hobong, Atamali, Putali, Kenzio, Babrongko, Kamayakha, dan Simporo”, sambungnya pada Kegiatan Kupas Tuntas Soal MBG, Senin (12/5) di Hamadi.
Hesty Kere yang juga seorang jurnalis menyebut dirinya menyasar wilayah danau supaya anak-anak yang berada di pesisir danau juga bisa menerima manfaat dari makanan bergizi gratis.

“Ini adalah panggilan hati saya sebagai perempuan dari wilayah danau, dan mereka semua adalah anak-anak saya dan mereka harus menerima manfaat yang sama dari MBG”, katanya dengan penuh haru.
Dia menjelaskan tantangan yang dihadapi memang sangat berat, dimana pihaknya harus mengantarkan makanan bagi siswa di danau sentani dengan menggunakan speadboat dan dilanjutkan menggunakan motor viar untuk dua kampung yakni Yokiwa dan Kamyakha dengan jarak 200 meter.
“Kalau hitung biaya memang sangat besar tapi kami berusaha anak-anak di danau sentani dan sekitarnya mereka harus dapat makan bergizi gratis, mereka adalah generasi emas”, ucapnya.
“Diatas lahan seluas 400 meter persegi, pengerjaan dapur makro mandiri ini telah mencapai 80 persen dan semua telah sesuai dengan standar dapur gizi nasional. Hal-hal situasional terkait akses transportasi di wilayah pesisir danau ini akan kami sampaikan kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN) agar menjadi pertimbangan bagi mereka”, jelasnya.
Menurut Hesty, pendirian dapur makro mandiri miliknya menjadi peluang bagi para mama di sentani untuk terlibat langsung. Banyak sektor yang bisa bangkit mulai dari sektor pertanian seperti hasil kebun yang bisa dijual ke dapur gizi juga sektor perikanan darat di pesisir danau yang nantinya semua itu akan berdampak pada peningkatan perekonomian keluarga.
Sesuaikan Dapur MBG Dengan Kearifan Lokal Masyarakat Setempat
Sementara itu, Wakil Komandan TKN Milenial Prabowo – Gibran, Wawan Sugiyanto mengapresisasi apa yang telah dibuat oleh Yayasan Teker Harapan Papua dan berharap program MBG di Papua dapat disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat setempat.
“Yang dibuat teman-teman dari Yayasan Teker Harapan Papua, ibu hesty dan kawan-kawan bisa menjadi spirit bagi seluruh milenial. Bu hesty bukan hanya sekedar mengajukan diri menjadi mitra tapi juga memiliki niat berjuang membangkitkan sektor ketahanan pangan lewat keberadaan dapur bergizi gratis”, ujarnya.
Pendamping Mitra Sukses BGN, Bagus Septyan Tri memuji semangat masyarakat kampung Harapan khususnya Yayasan Teker Harapan Papua yang menginisiasi pembangunan dapur gizi mandiri pertama di Kabupaten Jayapura.
“Ini luar biasa, bu hesty dapat membangun dapur gizi standar BGN yang prosesnya di bangun secara mandiri, dan saya sudah turun langsung melihat dapur gizi milik Yayasan Teker”, ungkapnya.
Ondoafi Kampung Asei, Marthen Ohee menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan dapur gizi gratis di wilayah adatnya.
“Saya bangga dapur gizi ini dibangun di wilayah adat saya dan sekaligus bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di wilayah adat kami dan seluruh orang sentani terlebih mama-mama yang akan dipekerjakan nantinya”, pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo