
Manokwari, TopbNews.com – Sebanyak 5 Ton biji kakao premium dari Ransiki, Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, Selasa (19/9) dilepas untuk diekspor ke luar negeri.
Penjabat Gubernur Papua Barat diwakili Penjabat Sekda Papua Barat, Yacob Fonataba mengatakan, 5 ton biji kakao kualitas premium tersebut akan di distribusikan ke beberapa perusahaan produk cokelat terkenal di Eropa, yaitu Cocolat Chapon dan Plaq di Prancis, Taucherli dan Halba Cocolat di Switzerland serta Cacava di Rusia dan Dandelion Chocolate di USA.
“Dari sisi standar mutu kita, sudah mampu menembus pasar Eropa, namun dari sisi volume ekspor masih sangat perlu kita tingkatkan pada jumlah yang signifikan bagi pendapatan petani, pelaku usaha dan penerimaan daerah,” kata Fonataba.
Fonataba mengajak OPD terkait di Provinsi dan Kabupaten, Instansi vertikal terkait serta mitra pembangunan untuk bersinergi dan berkolabkrasi secara kuat.
Khusus untuk kakao, Fonataba meyakini dengan potensi sumberdaya lahan yang tersedia di Mansel terutama kawasan 1000 hektar yang dikelola oleh PT. Ebier Suth Cokran dan potensi lahan yang diusahakan oleh petani serta adanya potensi calon varietas kakao unggul lokal yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian diantaranya Kakao Waterpauw, merupakan modal kuat untuk mewujudkan Papua Barat menjadi sentra produsen kakao terstandar di Indonesia.

“Beberapa hal yang telah dilakukan BSIP Papua Barat merupakan terobosan cerdas dan terukur dalam mendorong pengembangan komoditas perkebunan unggulan di Papua Barat,” terangnya sembari menambahkan, berbagai bentuk program dan kegiatan akan terus dilakukan untuk mengembangkan komoditas unggulan di Papua Barat.
Lebih lanjut kata Fonataba, BSIP Papua Barat telah memproduksi tujuh ribu benih kakao terstandar yang diserahkan secara, simbolis kepada PT. Ebier Suth Cokran serta sembilan ribu benih kopi arabika terstandar yang diserahkan kepada petani milenial di Pegaf dan Kebar.
“Kita membutuhkan kerja cerdas, kerja cepat, cara yang berbeda dan yang tidak biasa, lompatan berpikir dan kerja, sehingga kita mampu membangun tanah ini secara signifikan bagi kesejahteraan masyarakat kedepan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Standarisasi Instrumen Pertanian Provinsi Papua Barat, Aser Rouw dalam kesempatan itu mengatakan, Kakao Ransiki yang di ekspor merupakan biji Kakao premium yaitu memiliki standar nasional.
“Ekspor 5 ton ini merupakan biji Kakao premium yaitu memiliki standar nasional. Dalam setahun 3 kali kita ekspor dengan 1 kali puncak musim besar. Kami juga melibatkan petani milenial, bagaimana menggerakan mereka dari hulu sampai ke hilir. Jadi anak-anak muda ini mau bertanam tapi juga mau berproduksi,” jelasnya.
Turut hadir Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat, Pimpinan BUMN-BUMD, Forkopimda Papua Barat, para pimpinan OPD terkait lingkup Pemprov Papua Barat serta tamu undangan lainnya.
Penulis : Tesan/Marthina Marisan