
Manokwari, TopbNews.com – Peringatan momentum 1 Mei yang dikenal sebagai hari kembalinya Papua ke dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diisi dengan kegiatan konvoi Merah Putih di sejumlah wilayah di Papua Barat, Jumat (1/5).
Kegiatan yang dipusatkan di Manokwari ini diinisiasi oleh Barisan Merah Putih (BMP) sebagai bentuk refleksi sejarah sekaligus ajakan menjaga persatuan dan kedamaian di Tanah Papua.
Ketua DPD BMP Papua Barat, Samuel Mandowen, menyampaikan bahwa momentum 1 Mei memiliki nilai historis penting, tidak hanya bagi bangsa Indonesia secara umum, tetapi juga secara khusus bagi masyarakat Papua.
Menurutnya, peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

“Momentum ini adalah komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Melalui kegiatan konvoi ini, kami ingin mengajak masyarakat mempererat rasa persaudaraan”, ujarnya.
Sepanjang rute konvoi, peserta menyampaikan pesan-pesan persatuan melalui pengeras suara.
Masyarakat diajak menjadikan Papua sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan harmonis.
“Papua adalah rumah kita bersama, Papua adalah tanah damai, dan Papua adalah bagian dari Indonesia”, menjadi salah satu seruan utama dalam kegiatan tersebut.
Selain sebagai bentuk peringatan sejarah, konvoi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik.
Panitia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta terus menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Sekretaris Jenderal Gerakan Merah Putih, Agus Matuti, menambahkan bahwa peringatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi generasi muda untuk menghargai perjuangan para pahlawan.
“Integrasi Irian Barat ke Republik Indonesia adalah momentum yang membangkitkan semangat generasi muda. Ini penting sebagai edukasi agar mereka tidak melupakan sejarah dan tetap menjaga eksistensi Papua dalam NKRI”, katanya.
Kegiatan konvoi berlangsung tertib dan mendapat perhatian masyarakat yang turut menyaksikan di sepanjang rute.
Diharapkan, peringatan ini mampu memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat.
Dengan mengusung semangat “Papua dalam NKRI, satu hati, satu tujuan”, masyarakat diajak untuk terus menjaga harmoni, kedamaian, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah tersebut. (*)
Penulis : Rian Lahindah