
Manokwari, Topb News.com – Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang diselenggarakan di Manokwari, Selasa (2/12/2025), menjadi momentum penting bagi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat untuk memaparkan perkembangan ekonomi dan akselerasi digital di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Acara di gedung PKK Provinsi Papua Barat dihadiri pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan strategis.
Dalam paparan Kepala Perwakilan BI Papua Barat menegaskan kinerja perekonomian Papua Barat dan Papua Barat Daya pada 2025 menunjukkan arah pemulihan yang kuat meski berada di tengah ketidakpastian global.
Ia membeberkan data makro ekonomi, perkembangan inflasi, transaksi elektronik, serta geliat UMKM yang terus tumbuh.
Pertumbuhan Ekonomi Menguat

Dari layar presentasi, BI Papua Barat menyoroti beberapa indikator penting yaitu
Total PDRB Atas Dasar Harga Berlaku mencapai Rp 11,31 triliun, meningkat 4,72% (yoy).
PDRB Atas Dasar Harga Konstan juga tumbuh, mencapai Rp 10,32 triliun atau naik 2,66% (yoy).
Nominal Belanja Pemerintah di Papua Barat mengalami peningkatan signifikan, yaitu Rp 21,66 triliun, tumbuh 5,37% (yoy).
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga naik mencapai Rp 20,11 triliun, tumbuh 4,89% (yoy).
Ia menekankan stabilnya belanja pemerintah dan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat berperan besar dalam menjaga daya tahan ekonomi daerah.
Kepala BI Papua Barat juga memaparkan perkembangan inflasi dan ketahanan harga. Melalui visual grafik, terlihat bagaimana tekanan inflasi mampu dikendalikan melalui koordinasi erat antara BI, pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan pelaku distribusi.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari intensifikasi operasi pasar, pemantauan harga harian, serta penguatan program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Transformasi Digital Melonjak: QRIS Melejit di Papua Barat
Salah satu sorotan utama dalam PTBI 2025 adalah pesatnya adopsi transaksi digital. Hingga Oktober 2025:
Total pengguna QRIS di Papua Barat & Papua Barat Daya mencapai 114.184 pengguna, meningkat 71% dari tahun sebelumnya.
Jumlah merchant QRIS mencapai 58.216 merchant, termasuk pedagang kecil, UMKM, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Transaksi QRIS tercatat mencapai Rp 1,42 miliar, tumbuh 377% (yoy).
Volume transaksi mencapai 13,20 juta kali, meningkat drastis seiring penetrasi digital di pasar-pasar rakyat.
BI juga mencatat penambahan merchant baru sebanyak 5.670 sejak Januari 2025.
Dalam paparannya, Kepala Perwakilan BI menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa masyarakat Papua Barat semakin adaptif terhadap ekonomi digital. Ia menyebutkan bahwa semakin banyak pelaku UMKM yang kini beralih dari transaksi tunai menuju transaksi digital.
“Transformasi digital adalah fondasi ekonomi masa depan. Kami melihat masyarakat Papua Barat kini semakin siap mengadopsi layanan pembayaran modern, dan ini harus terus kita dorong untuk mendukung inklusi keuangan,” ucap Kepala Perwakilan BI Papua Barat dalam sesi pemaparan.
Selain QRIS, BI Papua Barat juga mendorong penguatan UMKM melalui kurasi produk, pengembangan kapasitas, serta program bantuan teknis. Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan sektor strategis yang memainkan peran besar dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Menutup paparannya, Kepala Perwakilan BI mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di Papua Barat.
Ia menegaskan BI akan fokus pada stabilitas rupiah, pengendalian inflasi, akselerasi ekonomi digital, dan pemberdayaan UMKM sebagai prioritas kebijakan 2026. (TOP-03)