Kementerian Kesehatan Gelar Pendampingan Pelatihan Digital Keterampilan Dasar Kader Posyandu di Papua Barat

Manokwari, TopbNews.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat menggelar kegiatan Pendampingan Pelatihan Digital Keterampilan Dasar Kader Posyandu Bidang Kesehatan bagi tenaga kesehatan dan kader di Hotel Aston Niu ruang royal 3, Rabu (29/10).

mostbet

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh dr. Feni Mayana Paisey, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Turut hadir perwakilan dari Kementerian Kesehatan, yaitu Inriza Yuliandari, SKM, MPH, Irma Guspita Dewi, SKM, MKM, dan Asep Adam Mutaqin.

Tim Kerja Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Inriza Yuliandari menyampaikan bahwa Papua Barat menjadi salah satu Provinsi terpilih dalam program ini karena memiliki cakupan Posyandu dan jumlah kader yang relatif rendah dibandingkan daerah lain.

Selain itu, Papua Barat termasuk Provinsi yang belum memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tenaga Fungsional (TF) bidang kesehatan.

“Pendampingan ini merupakan bagian dari program ADB Sehat, yakni bantuan luar negeri yang bertujuan memperkuat kapasitas kesehatan masyarakat di daerah-daerah dengan keterbatasan sumber daya”, jelasnya.

Dari Papua Barat, dua kabupaten terpilih sebagai lokasi pelaksanaan, yaitu Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Masing-masing kabupaten akan melatih 60 kader Posyandu, sehingga total peserta yang akan didampingi di Papua Barat mencapai 120 kader.

Peserta pelatihan kali ini terdiri dari tenaga kesehatan puskesmas yang nantinya akan menjadi pendamping bagi para kader Posyandu di wilayahnya masing-masing.

Setiap puskesmas mengirimkan dua tenaga kesehatan dari empat puskesmas yang ditunjuk, dengan total sekitar delapan peserta untuk tahap pendampingan awal.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan pelatihan kader Posyandu, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan sumber daya dan akses pelatihan.

Dalam sambutannya, perwakilan Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Transformasi Pelayanan Kesehatan, khususnya pada pilar layanan primer.

Ia menambahkan, Posyandu kini tidak hanya melayani ibu dan bayi, tetapi juga mencakup seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari anak sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia.

Karena itu, kader Posyandu perlu dibekali dengan 25 keterampilan dasar bidang kesehatan masyarakat, termasuk kemampuan melakukan timbang ukur, pelayanan lima langkah pada hari buka Posyandu, serta kunjungan rumah.

Untuk mendukung peningkatan akses dan efisiensi pelatihan, Kementerian Kesehatan memperkenalkan platform digital “Pelataran Sehat”.

Melalui platform ini, kader Posyandu dapat mengikuti pelatihan secara mandiri dengan bimbingan tenaga kesehatan puskesmas.

“Pelatihan tidak hanya berupa teori, tetapi juga mencakup praktik langsung dan validasi keterampilan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Dalam tahap ini, kader akan menunjukkan kemampuan mereka dalam pelayanan hari buka Posyandu maupun kegiatan kunjungan rumah”, urainya.

Kegiatan pendampingan ini tidak berhenti pada satu kali pelatihan saja. Setelah
pelatihan dasar, tenaga kesehatan dari puskesmas akan turun langsung ke Posyandu untuk memberikan bimbingan berkelanjutan kepada para kader.

Selain itu, akan dilakukan proses registrasi dan penilaian kader untuk menentukan tingkat kompetensi mereka, yang dikategorikan dalam tiga level Purwa, Madya, dan Utama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader Posyandu di Papua Barat dapat lebih siap dan terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara menyeluruh, serta mendukung transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!