Kemenag PB Lepas Calon Jemaah Haji Kloter 25, Sejarah Pertama Digelar di Manokwari

Manokwari, TopbNews.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Papua Barat secara resmi melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji Kloter 25 Papua Barat, dalam sebuah seremoni yang digelar di Hotel Aston Niu Manokwari, Jumat (16/5).

mostbet

Pelepasan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan pertama kalinya kegiatan serupa dilakukan di tingkat Provinsi Papua Barat.

Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor, menjelaskan sebelumnya pelepasan jemaah haji dari wilayah ini selalu dilakukan di Makassar. Namun, atas arahan dan dukungan dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, kegiatan pelepasan tahun ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Manokwari.

“Pertama kali kita lakukan di Manokwari untuk tingkat provinsi sesuai petunjuk Gubernur. Selama ini dilakukan di Makassar,” ujar Luksen.

Menurutnya, pelaksanaan ini menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kepada jemaah haji. Luksen menambahkan, Calon Jemaah Haji dari Papua Barat dan Papua Barat Daya tergabung dalam dua kloter, yakni Kloter 23 dan Kloter 25. Walaupun mayoritas jemaah Kloter 23 berasal dari Papua Barat Daya, Surat Keputusan (SK) penetapan tetap ditandatangani oleh Gubernur Papua Barat.

Dalam acara pelepasan tersebut, jemaah dari Kabupaten Fakfak dan Kaimana turut hadir secara virtual. Sementara itu, jumlah jemaah yang dilepas dalam Kloter 25 cukup besar dan berasal dari berbagai daerah. Rinciannya adalah : Kabupaten Manokwari (162 orang), Kabupaten Fakfak (83), Kabupaten Teluk Bintuni (40), Kabupaten Kaimana (36), Kabupaten Teluk Wondama (17), Kabupaten Manokwari Selatan (7), serta jemaah dari Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Sorong Selatan.

Secara keseluruhan, berdasarkan data Kanwil Kemenag Papua Barat, jemaah haji Kloter 25 terdiri dari 321 laki-laki dan 394 perempuan. Berdasarkan usia, terbanyak berasal dari kelompok usia 46–55 tahun (226 orang), diikuti 56–65 tahun (175 orang), dan 36–45 tahun (141 orang).

Dari sisi pekerjaan, jemaah haji tahun ini berasal dari berbagai latar belakang seperti ibu rumah tangga (286 orang), swasta (149), pedagang (95), PNS (75), petani dan nelayan (53), pensiunan (16), pelajar/mahasiswa (14), TNI/Polri (13), BUMN/BUMD (9), serta lainnya.

Untuk mendampingi jemaah, Kemenag Papua Barat telah menyiapkan dua petugas kloter dan tiga petugas haji daerah yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Sementara Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam sambutan menyampaikan bahwa seluruh calon jemaah haji adalah orang-orang pilihan.

“Saudara-saudara adalah orang-orang terpilih oleh Allah SWT untuk menjadi tamunya dan berkesempatan mengunjungi Baitullah,” ucap Dominggus.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan lahir dan batin.

“Saya mengharapkan kepada seluruh jemaah calon haji Papua Barat untuk selalu menjaga kesehatan, kesiapan mental, dan terus meningkatkan pemahaman tentang manasik haji agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan sempurna,” tutupnya.

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!