
Manokwari, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari telah menyiapkan sejumlah langkah strategis sebagai upaya pengendalian inflasi tahun 2023.
Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan, salah satu penyebab tingginya inflasi di manokwari adalah dari sektor transportasi udara. Oleh karena itu, Pemkab telah meminta adanya kebijakan penurunan harga tiket dengan meminta bantuan mendagri untuk berkordinasi dengan menteri perhubungan agar ada upaya pemerintah dalam pengendalian harga tiket di manokwari.
“Jumlah maskapai yang masuk di manokwari sangat sedikit, dan sebagai aspek keuntungan yang menjadi pertimbangan maskapai adalah dengan menaikkan harga tiket. Sekarang ini batik kelas bisnis tujuan jakarta harga Rp.10 juta, ekonomi Rp.6 juta. Ini sangat berat bagi kita di manokwari, semoga saja bisa dikendalikan,” jelas Bupati Hermus usai mengikuti Virtual zoom meeting Rapat Koordinasi dalam rangka pengendalian inflasi tahun 2023, Senin (4/9).
Komoditi beras juga menjadi fokus Pemkab Manokwari. Mengingat produksi beras di manokwari terbatas, sehingga Pemkab sedang melirik Provinsi Sulawesi Selatan sebagai daerah penyuplai komoditi ini, sehingga ketersediaan bapok di Manokwari, aman.
“Ketersediaan pasokan juga jadi prioritas kami. Semoga kedepan kita dapat bangun kerjasama dengan provinsi lain untuk suplai beras dari Sulawesi selatan. Kita akan lihat jalur distribusi apakah bisa kita subsidi,” Katanya.
Aspek komoditi lainnya yang memicu naiknya inflasi di manokwari adalah tingginya harga ikan, khususnya ikan tuna/cakalang. Disamping faktor cuaca tapi juga banyak nelayan yang memiliki fasilitas tangkap ikan yang terbatas, sehingga produksi perikanan tangkap ikan masih terbatas yang berakibat pada tingginya harga ikan.
“Perikanan tangkap menjadi kewenangan Pemprov sehingga kita berharap Pemprov akan berkordinasi dengan kita untuk memastikan harga ikan di manokwari bisa kita kendalikan dengan cara menaikkan produksi tangkap ikan kita. Kedepan kita rencanakan akan ada kapal tangkap ikan dan BUMD yang bergerak di sektor perikanan. Semoga tahun ini bisa beroperasi sehingga kita bisa organisir nelayan kita dengan baik, disamping itu kesejahteraan nelayan bisa juga ditingkatkan,” terangnya.
Pemerintah Kabupaten Manokwari kata Hermus tidak memiliki target tertentu namun berupaya semaksimal mungkin untuk menurunkan laju inflasi.
“Ada komoditi lain tapi berbagai langkah sudah kita kordinasikan dan semoga bisa kita kendalikan secara bertahap mungkin dari 6 ke 5 dulu lalu 4 hingga ke 3. Pemerintah tidak kasih batas waktu tapi mendorong untuk secepat-cepatnya diturunkan. Ada banyak faktor baik internal maupun eksternal,” Harapnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik pada (1/9) mencatat seluruh kota yang disurvei dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi. Manokwari merupakan kota yang mengalami kenaikan harga tertinggi. Dimana wilayah ini mengalami inflasi 6,40 persen (yoy) atau hampir dua kali lipat dari inflasi Indonesia.
Komoditas penyumbang inflasi di Manokwari, yaitu ikan segar dengan andil sebesar 2,61 persen, beras 0,57 persen, dan bensin 0,45 persen. Selain itu, komoditas rokok kretek filter dan tomat juga memberikan andil terhadap inflasi di Manokwari, masing-masing sebesar 0,41 persen dan 0,35 persen.
Penulis : Tesan