
Manokwari, TopbNews.com – Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Manokwari, Kaimudin Kelkusa, mengekspresikan keprihatinannya terkait penggunaan logo organisasi dalam pamflet Pilpres 2024 yang semakin marak di media sosial. Kaimudin, dalam pernyataannya, menyoroti potensi dampak negatif dari tren ini.
Kaimudin memperingatkan bahwa maraknya penggunaan logo HMI dalam pamflet-pamflet tersebut dapat memberikan kesan bahwa HMI terlibat dalam politik praktis. Hal ini menjadi perhatian serius karena bisa mempengaruhi pandangan masyarakat tentang independensi HMI dan meresahkan para kader baru yang belum sepenuhnya memahami esensi HMI.
“Dengan munculnya pamflet-pamflet yang menggunakan logo HMI, kita khawatir bahwa masyarakat akan menganggap HMI terlibat dalam politik praktis. Ini juga dapat membuat calon anggota HMI merasa ragu dan khawatir terkait praktik politik yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kami,” kata Kaimudin.
Lebih lanjut, Kaimudin menekankan bahwa Anggaran Dasar HMI Pasal 6 secara jelas menyatakan bahwa HMI adalah organisasi yang independen, baik secara etis maupun organisatoris. Hal ini berarti HMI tidak berada dibawah kendali organisasi lain atau partai politik manapun.
“Senior-senior yang terlibat langsung dalam politik tahun 2024 sudah selesai masa keanggotaannya atau telah menjadi alumni HMI, karena HMI melarang anggotanya terlibat dalam partai politik selama mereka masih menjadi anggota aktif,” tambahnya.
Lebih disayangkan, maraknya anggota HMI yang turut serta memposting pamflet-pamflet tersebut di media sosial semakin memperparah situasi.
Kaimudin berharap hal ini dapat menjadi perhatian setiap kader HMI untuk tetap menjaga independensi organisasi. HMI memegang teguh prinsip-prinsipnya dan berharap agar masyarakat dan calon anggota baru dapat memahami bahwa penggunaan logo HMI dalam pamflet Pemilihan Presiden 2024 tidak mencerminkan dukungan resmi dari organisasi ini terhadap calon tertentu. (*)
Penulis : Erik Azwar