
Jayapura, TopbNews – Pemerintah Kota Jayapura menggelar Monitoring Meja Program dan Kegiatan Pembangunan Kota Jayapura Triwulan II TA 2023, bertempat di Aula Sian Soor, Selasa, (18/7).
Monitoring dilakukan dalam rangka menyinkronkan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian maupun tingkat capaian program dan kegiatan pembangunan yang terukur. Selain itu, untuk mengetahui progres capaian kegiatan, masalah dan kendala dalam pelaksanaan program dan kegiatan sekaligus mencari solusi untuk perbaikan yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkot Jayapura.
Kepala BAPPEDA Kota, Jayapura Rory Cony Huwae mengatakan, kegiatan Monitoring Meja merupakan kunci dari pengawasan prograam pembangunan di Kota Jayapura.
Dia juga menyampaikan total anggaran belanja Kota Jayapura tahun 2023 yakni sebesar Rp.690.897 milyar lebih.
“Total anggaran belanja langsung kegiatan Kota Jayapura pada tahun 2023 adalah sebesar Rp. 690.897.013.598, dengan capaian realisasi fisik sebesar 49,93 persen dan realisasi keuangan sebesar 28,07 persen dengan serapan anggaran senilai Rp. 193.962.507.582. ini untuk membiayai 205 program, 322 kegiatan dan 751 sub kegiatan,” jelasnya.
Ditambahkan Rory, ini merupakan data atau laporan realisasi fisik dan keuangan yang dimasukkan berdasarkan laporan masing-masing OPD melalui aplikasi Sistem Informasi Realisasi Fisik dan Keuangan (SIREFKA) sampai dengan 10 Juli 2023,” bebernya.
Dari hasil rekapitulasi laporan realisasi fisik dan keuangan, ia mengatakan, sebanyak 46 OPD realisasi fisik dan keuangannya sudah mencapai bahkan lebih dari 50 persen sedangkan 12 OPD capaian realisasi fisik yang masih dibawah 35 persen.
Sementara itu, usai membuka kegiatan Pj Walikota Jayapura, Frans Pekey memberikan apresiasi atas capaian yang diperoleh beberapa OPD.
“Dilihat dari durasi waktu setengah tahun dan hasil capaian dikatakannya cukup baik karena telah mencapai 50 persen,” katanya.
Diharapkan dari sisa waktu 6 bulan kedepan setiap OPD pengguna anggaran dapat memacu percepatan kegaiatannya.
“Jangan tunggu sampai akhir tahun, tapi waktu yang ada digunakan sesuai rencana tahapan pelaksanaan kegiatan masing masing sesuai schedule jadwal waktu yang telah ditetapkan masing-masing OPD,” ungkapnya.
Frans pekey menambahkan, dengan cepatnya realisasi anggaran kemudian penyelesaian pekerjaan fisik dilapangan itu akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Karena anggaran terserap dimasyarakat dan masyarakat mendapat manfaat dari hasil pembangunan khususnya fisik.Begitu juga yang non fisik dan dana desa di kampung-kampung harus memberikan manfaat bagi perekonomian juga pembangunan kampung,” tandasnya. (*)
Penulis : Natyo