
Jayapura, TopbNews.com – Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 Provinsi Papua, Kamis (27/7) berlangsung di Halaman Kantor BKKBN Papua, di Abepura, Kotaraja.
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Papua, Nerius Auparay mengatakan, ada dua amanah yang diberikan Negara kepada BKKBN yakni menjaga penduduk tumbuh seimbang dan mewujudkan keluarga yang berkualitas.
“Tantangan kami tidak lagi terfokus pada pengendalian kuantitas penduduk, mencegah ledakan penduduk dan menekan jumlah kelahiran, tapi kami lebih menekankan pada peningkatan kualitas penduduk yang akan mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat,” kata Nerius Auparay pada hari peringatan HARGANAS ke-30 mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju.
Menurut Nerius, dibidang pembangunan keluarga, Kita harus mewujudkan keluarga yang berkualitas dengan indikator indeks pembangunan keluarga (i-Bangga) yaitu keluarga yang Tentram Mandiri dan Bahagia.
“Angka capaian tahun 2022 sebesar 56,06 dari target 57 (98) persen. Sebagaimana kita ketahui bahwa kualitas keluarga adalah pondasi kualitas suatu bangsa,” katanya.
“Tantangan tidak lagi pada mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, akan tetapi di era transformasi digital ini bagaimana keluarga bisa menjalankan 8 fungsi keluarganya dan mampu tetap menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur bangsa yang tetap bisa diajarkan oleh para orang tua kepada anaknya melalui keluarga,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Nerius juga menjelaskan, saat ini Indonesia telah mengalami tren penurunan prevalensi stunting yang cukup siginifikan dari tahun ke tahun, namun masih berada di atas ambang batas standar WHO, sehingga masih berkategori darurat stunting.
“Berdasarkan data SSGI 2022, prevalensi stunting Indonesia berada pada angka 21,6 persen dan di Provinsi Papua berada di angka 34.6 persen. Oleh karena itu, kita harus mengerahkan segala daya upaya sehingga target 14 persen pada tahun 2024 dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura meyakini dengan kolaborasi seluruh pihak, dapat mampu menurunkan angka Stunting. Hal ini disampaikan Pj Wali Kota Jayapura dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Setda Kota Jayapura Evert Merauje.
“Stunting mesti dilawan. Kita Pemerintah Kota Jayapura tidak bisa sendiri dalam memerangi stunting ini tetapi harus kerja bersama,” katanya.
Evert menambahkan, mustahil bisa memiliki Kualitas SDM pembangunan yang handal jika anak-anak sebagai generasi penerus masih hidup dengan bayang-bayang stunting.
Usai pelepasan balon udara, Dalam peringatan HARGANAS ke-30 juga dilakukan penandatangan MoU BKKBN dengan BAZNAS, penyerahan Plakat Bedah Rumah, Penyerahan bantuan kepada keluarga beresiko Stunting, juga Deklarasi Komitmen Pencegahan Stunting.(*)
Penulis : Natyo