Harga Bawang dan Cabai di Pasar Wosi Mulai Turun Pasca Nataru

Manokwari, TopbNews.com – Harga sejumlah komoditas hortikultura di Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat berangsur turun setelah perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut antara lain bawang merah, cabe kecil, cabe keriting, dan tomat.

Salah satu pedagang, Alin (25), mengatakan, penurunan harga mulai terjadi pada awal Januari 2026, setelah sebelumnya mengalami lonjakan sejak akhir November 2025.

Menurutnya, kenaikan harga menjelang Nataru dipicu oleh tingginya permintaan serta keterbatasan pasokan.

“Untuk cabai kecil, harga normal itu di kisaran Rp65 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram, tapi menjelang Nataru kemarin sempat naik sampai Rp140 ribu, itu sudah harga tertinggi”, ujar Alin saat ditemui di Pasar Wosi, Sabtu (3/1).

Ia menjelaskan, saat ini harga cabai kecil telah turun dan berada di kisaran Rp75 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai keriting belum bisa dipastikan karena sangat bergantung pada kondisi cuaca. Adapun bawang merah masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi, yakni berkisar Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Untuk tomat, harga berada pada kisaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.

Alin menambahkan, pasokan komoditas di Pasar Wosi berasal dari petani lokal maupun dari luar daerah. Pengambilan dari petani lokal dilakukan hampir setiap hari karena daya tahan barang yang relatif singkat, sehingga harus diganti setiap dua hari sekali. Pasokan lokal tersebut umumnya berasal dari wilayah Kebar, SP, dan khusus bawang merah dari Anggi.

Sementara itu, pasokan dari luar daerah seperti Makassar, Probolinggo, dan Bima bergantung pada jadwal masuk kapal ke Manokwari. Komoditas dari luar dinilai memiliki daya simpan lebih lama, bahkan hingga satu minggu, sehingga lebih fleksibel dalam distribusi.

Ia juga menyebutkan bahwa kebutuhan pasar di Manokwari belum dapat dipenuhi sepenuhnya jika hanya mengandalkan pasokan lokal. Oleh karena itu, pengambilan dari luar daerah tetap dilakukan, meskipun untuk saat ini pengiriman baru berasal dari Makassar. Untuk bawang putih, seluruh pasokan didatangkan dari luar daerah karena belum tersedia dari petani lokal. (*/Top-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!