Harga Ayam di Manokwari Masih Tinggi, Stok Mulai Stabil Awal Januari 2026

Manokwari, TopbNews.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, ketersediaan ayam potong di Manokwari sempat mengalami kelangkaan yang berdampak pada kenaikan harga di tingkat distributor hingga konsumen. Salah satu distributor ayam terbesar di Manokwari, AB Mart, mengungkapkan kondisi tersebut mulai berangsur stabil sejak awal Januari 2026, meski harga belum mengalami penurunan.

mostbet

Kepala Toko AB Mart, Wahyu, Jumat (2/1/2026), menjelaskan, kelangkaan ayam terjadi pada Desember 2025 akibat keterlambatan kapal pengangkut dari Surabaya menuju Manokwari.

“Menjelang Nataru kemarin, ayam memang sempat kosong dan harga naik sampai Rp48.000 per kilogram. Per Januari ini stok ayam sudah aman karena ada kapal yang masuk sebelum tahun baru”, ujar Wahyu.

Menurutnya, kenaikan harga ayam dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya kosongnya stok utama ayam di Surabaya sehingga pihaknya harus mengambil pasokan dari Jakarta dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu, biaya pengiriman menggunakan kontainer juga mengalami kenaikan signifikan, dari kisaran Rp25 juta menjadi hampir dua kali lipat. Peningkatan permintaan konsumen serta naiknya biaya produksi pakan ayam di Pulau Jawa turut mempengaruhi harga jual di Manokwari.

Wahyu menambahkan, pengiriman ayam dari Surabaya ke Manokwari biasanya dilakukan setiap minggu menggunakan kapal laut, dengan kapasitas satu kontainer mencapai sekitar 25 ton atau setara 400–500 karung. Namun, pada akhir 2025, sejumlah kapal mengalami keterlambatan karena dialihkan untuk mengangkut bantuan bencana ke wilayah Aceh dan Sumatera, sehingga pasokan ke Manokwari menjadi terbatas.

Ia juga menyampaikan bahwa harga ayam Rp48.000 per kilogram saat ini merupakan kenaikan tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harga normal ayam di Manokwari, berada di kisaran Rp39.000 per kilogram. Hingga saat ini, pihak AB Mart belum dapat memastikan kapan harga ayam akan kembali normal, meskipun ketersediaan sudah mulai stabil sejak Januari 2026.

Permintaan ayam di Manokwari sepanjang tahun 2025 tercatat cukup tinggi, baik dari pedagang maupun masyarakat umum. Kondisi tersebut membuat distribusi ayam menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian menjelang dan pasca Nataru. (*/ TOP-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!