H-2 Natal, Harga Bahan Pokok di Pasar Wosi Melonjak

Manokwari, TopbNews.com – Menjelang dua hari perayaan Natal (H-2), harga sejumlah bahan pokok di Pasar Wosi, Manokwari(23/12/205) mengalami kenaikan. Salah satu pedagang, Sarnia (29), mengungkap kenaikan terbesar terjadi pada bawang merah, rica (cabai) keriting, dan cabai merah.

“Cabai merah itu biasanya Rp60.000, sekarang sudah naik jadi Rp95.000 per kilogram,” ujarnya.

Bawang merah pada hari biasa dijual Rp50.000 kini meroket tembus harga Rp80.000 per kilogram. “Kalau setengah kilo sekarang Rp40.000,” tambahnya.

Rica keriting juga ikut melonjak naik. Harga yang biasanya berada di kisaran Rp28.000 per kilogram kini mencapai Rp60.000 per kilogram. Bahkan cabai merah, yang umumnya dijual Rp28.000 per kilogram, ikut merangkak menjadi Rp60.000 per kilogram.

Sarnia menjelaskan tingginya harga ini bukan semata-mata karena pedagang, melainkan akibat kondisi distribusi dan cuaca. “Barang itu sebenarnya tidak naik sekali. Tapi karena kita supply dari Surabaya, terus sekarang musim hujan dan banjir berhari-hari ini, barang-barang datang dalam keadaan basah. Kadang tanaman juga tidak tumbuh karena diguyur banjir,” jelasnya.

Soal ketersediaan stok, sebagian besar bahan seperti bawang putih, cabai merah, dan cabai keriting masih aman. Namun bawang merah menjadi komoditas yang paling terbatas. “Semua pedagang di sini juga masih kosong. Ada kabar bawang merah mau datang, tapi belum masuk di pasar, baru sebagian-sebagian saja,” katanya.

Pembeli pun merespons dengan keluhan yang sama. “Biasanya mereka cuma bilang, ‘Eh barang sudah naik, mahal sekali’,” tutur Sarnia.

Menjelang Natal, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai keriting menjadi bahan dapur yang paling banyak dicari masyarakat.

Di akhir wawancara, Sarnia menyampaikan harapan situasi ini segera membaik. “Semoga kedepan harga bisa stabil, stok lancar, dan penjualan kami juga lebih baik,” ujarnya. (TOP-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!