Gerakan Wakaf Pohon Matoa, Kanwil Papua Barat Terima 12 Ribu Bibit dari Berbagai Pihak

Manokwari, TopbNews.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua secara resmi menerima wakaf bibit pohon matoa yang diserahkan oleh seluruh ASN Kanwil yang berjumlah 103 orang.

Penyerahan bibit pohon matoa itu, secara simbolis diberikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha kepada Kakanwil, Luksen Jems Mayor.

“Hari ini 103 ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Papua Barat telah mewakafkan pohon matoa mereka untuk di tanam. Masing-masing ASN menyerahkan 2 bibit sehingga total ada 206 bibit pohon matoa yang diserahkan”, terang Kakanwil Luksen Jems Mayor.

Selain itu, Kakanwil juga menyebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui UPTD dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia juga telah turut berpartisipasi dalam mewakafkan bibit pohon matoa untuk ditanam dalam aksi penanaman 1 juta pohon matoa pada 22 April mendatang atau bertepatan dengan hari Bumi.

“Hasil wakaf dari Pemprov Papua Barat melalui UPTD Balai Perbenihan dan Pengembangan Tanaman Hutan mewakafkan 1.500 bibit pohon ditambah 5.000 bibit dari Balai Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai Kementerian Kehutanan RI,” ungkap Luksen.

Selain itu, kata Kakanwil beberapa Kabupaten kota di Wilayah Papua Barat juga telah berpartisipasi.

“Sampai saat ini total kita di Papua Barat dan Papua Barat Daya telah menerima 12 ribu 200 bibit pohon matoa”, sebut Luksen.

Kakanwil menilai, gerakan mewakafkan bibit pohon matoa untuk ditanam merupakan inovasi dan terobosan yang luar biasa.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan apresiasinya serta ungkapan terima kasih yang besar kepada Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar karena telah memilih pohon matoa yang merupakan tanaman endemik asal Papua untuk ditanam di seluruh Nusantara.

“Mari kita tanam, kita rawat, ini persembahan kita keluarga besar Kementerian Agama bagi bumi Pertiwi”, ajak Luksen.

Sebagai bentuk kampanye penanaman 1 juta pohon. Kakanwil juga mengajak seluruh ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang terlibat dalam penanaman pohon untuk mempublikasikan di media sosial masing-masing

“Saat penanaman nanti, masing-masing orang harus mengabadikan proses penanaman pohon matoa dan di publish di media sosial masing-masing”, pinta Luksen.

Disisi lain, Luksen juga menyebut seluruh denominasi agama harus bertanggungjawab untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

“Saat ibadah nanti, mari langitkan doa untuk keselamatan bumi di seluruh Gereja dan Masjid di Papua Barat dan Papua Barat daya”, tutup Kakanwil. (*/rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!