Genjot SDM Lokal, P2TIM Bintuni Syaratkan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

BINTUNI, TopbNews.com – Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM) menggelar open house bertajuk “From Workshop to Workforce” sebagai langkah membuka diri sekaligus memperkuat peran dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) lokal yang siap kerja dan berkarakter.

mostbet

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Beimes SP 5, Selasa (15/4/2026) ini dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindagkop) Teluk Bintuni, perwakilan Dinas Ketenagakerjaan, kepala distrik, Ketua LMA 7 suku, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

Kepala Dinas Perindagkop Teluk Bintuni, Ongen Pattikawa, menegaskan kegiatan menjadi momentum penting melihat langsung kinerja P2TIM sekaligus menjawab berbagai opini di masyarakat.

“Hari ini kita melihat langsung bagaimana P2TIM bekerja. Banyak anak-anak kita, khususnya dari tujuh suku, sudah dilatih dan sebagian telah terserap di dunia industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, alumni P2TIM tidak hanya bekerja di sektor migas di Teluk Bintuni, tetapi juga telah merambah ke berbagai daerah seperti Kalimantan dan Weda, bahkan hingga luar negeri seperti Qatar dan Taiwan, Brunei, dan ada juga alumni hospitality yang dalam tahap persiapan di depok selama beberapa bulan untuk berangkat kerja di Jepang.

Meski demikian, Ongen mengaku penyerapan tenaga kerja lulusan P2TIM belum sepenuhnya optimal.

“Ini yang harus kita akui bersama. Karena itu, kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk menerima masukan demi pengembangan P2TIM ke depan,” tegasnya.

Ongen juga menekankan keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan keterampilan teknis, tetapi juga sikap dan karakter.

“Kalau kita mencintai pekerjaan, sekecil apa pun hasilnya akan menjadi awal yang baik. Tapi kalau tidak disiplin dan tidak patuh aturan, sulit untuk berkembang di dunia industri,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan sangat memperhatikan etos kerja, kedisiplinan, serta profesionalisme tenaga kerja.

“Tenaga kerja yang punya karakter baik dan keahlian jelas akan lebih mudah mendapat kepercayaan dan peluang berkembang,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap P2TIM terus berkembang dan mampu menjawab tantangan industri, sekaligus meningkatkan serapan tenaga kerja lokal.

“Dengan kolaborasi semua pihak, kita harap semakin banyak anak daerah yang mampu bersaing dan terserap di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Ongen.

Sementara TCM P2TIM Teluk Bintuni, Paskalina Yamlean, menegaskan open house merupakan bentuk keterbukaan lembaga kepada masyarakat.

“Ini upaya kami untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, agar mereka tahu apa saja yang dilakukan di P2TIM, mulai dari jurusan, metode pelatihan, hingga kualifikasi yang bisa didapat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap lulusan, terutama terkait akses ke dunia kerja.

“Setelah lulus, mereka harus ke mana? Bagaimana mengakses lapangan kerja? Kalau belum terserap, kendalanya di mana? Itu yang terus kami cari jawabannya,” ujarnya.

P2TIM menegaskan upaya mencetak tenaga kerja siap pakai tidak bisa dilakukan sendiri karena diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan industri.

“Hal-hal apa yang perlu di perbaiki dan bagaimana sebaiknya kita berkolaborasi untuk bekerja sama sehingga memperoleh hasil yang lebih maksimal, update, dan menjawab kebutuhan dunia kerja. Itulah yang selalu kami lakukan. Meski kami selalu menegaskan jika
Kami ini merupakan lembaga pelatihan bukan lembaga penyaluran kerja ” Tegasnya.

Sejak berdiri pada 2017, P2TIM telah melatih peserta di berbagai bidang seperti welding, electrical, scaffolding, rigging, pipe fitting hingga hospitality, serta membekali mereka dengan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kedisiplinan.

Dengan kapasitas 100 peserta per angkatan dan durasi pelatihan sekitar 3,5 bulan, lulusan P2TIM dibekali sertifikasi nasional hingga internasional.

Adapun harapan dari P2TIM semua lapisan masyarakat bisa lebih memahami posisi strategis P2TIM dalam mengembangkan potensi dan memajukan tenaga kerja yang handal, khususnya Putra dan Putri dari 7 suku di Kabupaten Teluk Bintuni sesuai dengan peran dan porsi yang di miliki.

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!