Generasi Muda OAP Diminta Bangun Usaha Bukan Mengejar Kursi Pegawai

Manokwari, TopbNews.com – Pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Rabu-Kamis (20–21/8/2025), tidak sekadar ajang promosi produk. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting mendorong anak muda, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk berani keluar dari pola pikir lama yang menilai kesuksesan hanya identik dengan menjadi pegawai.

Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar anak-anak Papua saat ini adalah melawan rasa ragu dan stigma dalam berwirausaha.

“Mereka butuh melawan diri sendiri. Melawan rasa malu, melawan budaya atau pemikiran orang tua yang bilang jadi orang setelah sekolah itu harus jadi pegawai”, ujar Luksen.

Menurutnya, pameran UMKM yang melibatkan 19 pelaku usaha ini menjadi simbol keberanian generasi muda OAP untuk membangun usaha sendiri.

“Kalau saya pribadi, sebagai OAP yang tidak bisa berdagang dan tidak punya usaha, justru saya merasa terpanggil untuk mendukung mereka yang mau mencoba”, tambahnya.

Luksen menegaskan, pemerintah hadir bukan hanya memberi ruang promosi, tetapi juga merawat harapan anak-anak muda Papua agar tetap bertahan dalam dunia usaha.

Sementara itu, Ketua Panitia, Barnabas Dowansiba, menekankan bahwa UMKM tidak sekadar motor ekonomi, tetapi juga wadah ekspresi potensi lokal.

“Setiap produk membawa nilai budaya dan kearifan masyarakat setempat”, katanya.

Asisten III Setda Papua Barat, Otto Parorongan, menambahkan bahwa ekosistem UMKM hanya bisa tumbuh jika masyarakat ikut berperan.

“Pemerintah bisa bantu lewat pelatihan, modal dan digitalisasi. Tapi yang paling penting adalah masyarakat mencintai produk lokal”, ujarnya.

Pameran UMKM di halaman Kanwil Kemenag Papua Barat itu pun akhirnya tak hanya menjadi sarana jual beli, tetapi juga ruang perubahan mindset bahwa anak muda Papua mampu sukses dengan berusaha, bukan semata menunggu jadi pegawai. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!