
Manokwari, TopbNews.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengelolaan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komputer Tahun 2024, Kamis (29/5/2024) di Hotel Fujita Manokwari.
Mengusung tema “Penguatan Budaya Baca dan Literasi Melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial”, kegiatan dihadiri peserta dari 7 Kabupaten se-Provinsi Papua Barat.
Penjabat Gubernur Papua Barat yang diwakili Asisten 1 Setda, Oktovianus Mayor, S.Sos dalam sambutan menyampaikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS) merupakan salah satu kegiatan utama perpustakaan nasional RI dalam upaya penguatan budaya baca dan literasi, hingga di tingkat Desa/Kelurahan. program ini adalah strategi pemerintah dalam memerangi rendahnya budaya literasi, inovasi, dan kreativitas.

Mayor menyebut literasi memiliki kontribusi positif dalam rangka membantu menumbuhkan kreativitas dan inovasi, serta meningkatkan keterampilan dan kecakapan sosial yang sangat dibutuhkan pada era revolusi industri 4.0.
“Berdasarkan prosentase nasional, Literasi mencakup angka membaca selain kitab suci baik cetak maupun elektronik baru mencapai 45,72%, kemudian prosentase nilai tingkat kegemaran membaca 52,92 (Perpusnas, 2018), serta prosentase penduduk yang mengakses internet masih sebesar 43,47% (Susenas MSBP 2018),” jelas Mayor.
Kata Mayor, dengan kondisi tersebut, penajaman program perpustakaan nasional RI yang salah satunya yaitu penguatan kegemaran dan budaya literasi melalui kegiatan bantuan bacaan bermutu untuk perpustakaan desa/kelurahan dan taman bacaan masyarakat dapat betul-betul dimanfaatkan dalam rangka peningkatan pengetahuan masyarakat.

Mayor berharap, dengan memberikan bimbingan teknis kepada para perpustakaan desa/kelurahan dan TBM, seluruh peserta bimtek dapat menyerap setiap ilmu yang diberikan, dan dapat menerapkan langsung dalam penyelenggaraan perpustakaan yang dikelola oleh para peserta bimtek. Pengetahuan mengenai pengelolaan perpustakaan, pelibatan masyarakat, dan advokasi merupakan hal-hal mendasar yang perlu dimiliki oleh pengelola perpustakaan, sehingga pelayanan perpustakaan yang berkualitas dapat diselenggarakan oleh perpustakaan secara berkelanjutan.
Mayor menambahkan, sosialisasi dan bimbingan teknis SPPT TIK merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para pengelola perpustakaan. dengan dukungan semua pihak, perpustakaan dapat menjadi pusat belajar dan sumber informasi yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Usai sosialisasi akan dilanjutkan dengan Bimtek yang akan digelar, Kamis (30/5/2024).
Penulis : Hengki Kadiwaru