
Manokwari, Topbnews.com – Guna meningkatkan kapasitas dan mendorong mahasiswa berpesan aktif dalam mengawal implementasi program pembangunan daerah Otonomi Khusus (Otsus) di Provinsi Papua Barat, USAID Kolaborasi menggandeng Universitas Papua (Unipa).
Chief of Party USAID Kolaborasi Caroline Tupamahu mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam membangun daerah di Papua Barat, dapat ditingkatkan melalui kegiatan Otsus Goes to Campus Unipa dengan pelaksanaan sosialisasi dan edukasi.
“Otsus ini akan berakhir pada tahun 2041. Anak muda saat ini yang nantinya akan mengelola Otsus. Otsus goes to campus mengajarkan bagaimana anak muda melihat otsus itu seperti apa. Lalu bagaimana melibatkan anak muda kreatif yang menunjukkan bahwa mereka bisa mempromosikan pembangunan di daerah lewat berbagai macam cara. Hal ini agar mahasiswa mengetahui bagaimana mereka terlibat dalam pembangunan,” jelas Caroline Tupamahu.
Otsus Goes to Campus kata Caroline, merupakan rangkaian dari program Sustainable Development Goals (SDGs) Center atau pusat pembangunan berkelanjutan dan magang yang terintegrasi dengan kementerian atau lembaga yang menangani Otsus.
“Jadi pusat pembangunan berkelanjutan kali ini kami buat dengan sistem magang bagi para mahasiswa selaku local champion atau motor penggerak di daerah untuk mengikuti program magang selama 2 bulan di Jogyakarta yang juga sebagai daerah otonomi khusus dan akan diawasi langsung oleh lembaga dan kementerian terkait,” tutur Caroline.

Diharapkan melalui program magang, mahasiswa dapat menyusun rencana program pembangunan daerah dalam bingkai otsus, yang kemudian diserahkan ke pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan.
“Kapabilitas mahasiswa akan diukur usai melakukan program magang. Apakah nantinya mereka memiliki perspektif berbeda, pemikirannya terbuka dan akan kembali berkontribusi bagi pemerintah Daerah di Provinsi Papua Barat,” jelasnya sembari menambahkan, USAID Kolaborasi telah melatih sebanyak 111 ASN di Provinsi Papua Barat, yang akan memastikan mahasiswa ini akan terlibat dalam proses pembangunan.
Program magang merupakan program perdana USAID Kolaborasi yang rencananya akan digelar pada bulan november 2023 dengan mengirimkan 20 mahasiswa.
“Selain Unipa, kami juga akan gelar kegiatan yang sama di Uncen. Kalau kegiatan ini efektif, akan kita lihat apakah bisa kita laksanakan lagi. Tentunya kita akan melakukan evaluasi,” tandasnya.

Wakil Rektor III Unipa Dr. Keliopas Krey mengapresiasi kegiatan Otsus Goes to Campus yang diinisiasi USAID Kolaborasi. Menurutnya, kegiatan ini bermanfaat bagi peningkatan kapasitas mahasiswa dalam mengawal program pembangunan daerah otonomi khusus (otsus).
“Hal ini tentunya dapat membantu mahasiswa untuk memahami kerangka otsus dengan baik,” ujarnya.
Disisi lain, Otsus Goes to Campus kata Keliopas juga seirama dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah diterapkan oleh Unipa, yang dapat dikemas dalam bentuk mata kuliah yang memiliki sistem kredit semester (SMS).
Ia berharap, kegiatan ini perlu diselenggarakan berkala atau berkelanjutan sehingga terbentuk local champion atau motor penggerak kegiatan berbasis masyarakat. (*)
Penulis : Marthina Marisan