
Manokwari, TopbNews.com – Purwacaraka Musik Studio Manokwari kembali menggelar konser siswa melalui Drum Zone Fest yang berlangsung di Langit Cafe, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah unjuk bakat siswa drum sekaligus ajang seleksi menuju konser besar Purwacaraka pada 14 Februari mendatang.
Owner sekaligus Kepala Cabang Purwacaraka Manokwari, Arswendi Fernando Isyandi (Nando), menjelaskan bahwa konser siswa merupakan program rutin yang digelar setiap tiga hingga empat bulan sebagai ajang menampilkan hasil belajar.
Namun kali ini konsepnya dibuat khusus untuk divisi drum dan sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi menuju konser utama.
“Acara ini sekaligus jadi seleksi untuk konser besar Purwacaraka tanggal 14 Februari. Jadi anak-anak yang tampil hari ini benar-benar kita lihat kesiapan dan kemampuannya”, jelas Nando.
Lima peserta terbaik akan mendapat kesempatan tampil tanpa dipungut biaya pada konser yang akan digelar di Manokwari City Mall (MCM) tersebut.
Total penampil dibatasi 35 siswa dari berbagai jurusan musik, dengan kuota sekitar lima siswa per jurusan.
“Kita batasi supaya setiap anak punya waktu tampil yang cukup dan kualitas acaranya tetap terjaga”, tambahnya.
Drum Fest kali ini diikuti oleh 9 peserta cilik dengan rentang usia 5 hingga 13 tahun yang tampil di hadapan juri, orang tua, dan pengunjung kafe.
Menurut Nando, pengalaman tampil sejak usia dini penting untuk membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab anak.
Purwacaraka Manokwari sendiri membuka kesempatan belajar musik untuk semua usia, dengan syarat sudah bisa membaca dan menulis.
Calon siswa juga bisa mengikuti trial gratis 15 menit untuk mencoba alat musik yang sesuai minat.
Biaya pendaftaran sebesar Rp500 ribu (sering ada promo), sedangkan biaya kursus mulai dari Rp650 ribu per bulan tergantung tingkat siswa.
Saat ini tersedia 8 pengajar profesional untuk jurusan Drum, Piano, Keyboard, Biola, Vokal, Gitar Elektrik, Bass, dan Saksofon.
“Harapan kami, anak-anak Manokwari tidak perlu lagi keluar daerah untuk belajar musik. Di sini sudah ada tempat belajar yang serius dan punya panggung untuk mereka berkembang”, tutup Nando.
Sementara itu, penggagas kegiatan, Monang Tambunan, selaku pengajar drum Purwacaraka Manokwari, mengatakan Drum Fest dibuat agar siswa drum memiliki panggung khusus untuk mengasah mental tampil.

“Saya ingin anak-anak drummer di Manokwari tidak hanya latihan di kelas, tapi juga belajar tampil dan menunjukkan hasil latihan mereka”, ujar Monang.
Menurutnya, panggung seperti ini penting untuk melihat perkembangan teknik, tempo, serta kepercayaan diri siswa sejak usia dini sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang musisi muda di Manokwari. (*)
Penulis : Rian Lahindah