
Manokwari, Topbnews.com – Guna mendorong program Percepatan Penurunan Stunting, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Manokwari sedang mempersiapkan program penanganan bagi 145 anak yang terindikasi stunting di wilayah Kabupaten Manokwari yang tersebar di Distrik, Kelurahan dan Kampung.
Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari, Ny. Febelina Indou menyampaikan, tahapan yang dilakukan saat ini adalah, melakukan pengukuran ulang yang melibatkan 15 kepala puskesmas, 15 ahli gizi dan 2 kader PKK yang akan menjadi tim penanganan 145 anak tersebut.
“Pengukuran ulang sudah dilakukan pada 13 Puskesmas tinggal 2 Puskesmas yang belum yaitu Puskesmas Pantura dan Puskesmas Tanah Rubuh karena belum ada ahli gizinya, sehingga kami koordinasi dengan bidan kami mohon bantuan untuk bisa mengukur ulang terkait anak stunting yang ada di distrik Pantura dan juga tanah rubuh,” jelas Febelina Indou yang juga telah mengusulkan agar puskesmas pantura dan tanah rubuh memiliki tenaga ahli gizi.
Menurutnya, pengukuran ulang dilakukan untuk mendapatkan data valid yang sesuai dengan ciri-ciri seorang anak dikategorikan stunting. Sehingga penanganan yang dilakukan tim benar-benar efektif dan efisien.
“Sebenarnya di manokwari lebih banyak anak wasting, yaitu kondisi anak yang berat badannya jauh di bawah standar kurva pertumbuhan atau kurus dan menunjukkan penurunan berat badan akut. Dapat dikategorikan anak-anak yang kurang gizi dan gizi buruk, daripada anak stunting. Karena itu kami minta diukur ulang sehingga kita mendapatkan data pasti berapa anak stunting yang harus ditangani tanpa mengabaikan kasus wasting, karena kasus tersebut merujuk kepada stunting,” ujarnya.
Agar program segera terlaksana, dalam minggu ini kata Febelina akan dilakukan penyerahan dana kepada masing-masing kepala puskesmas dan ahli gizi.
“Dengan harapan tiga bulan ke depan masalah stunting di Manokwari bisa diatasi,” harapnya sambil mengatakan, dalam menjalankan program itu, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian.
Febelina menjelaskan, target ini mengacu pada proyek percontohan yang telah dilakukan terhadap 30 anak stunting yang ada di Puskesmas sowi.
“Pilot project kami, dari 30 anak 1 bulan itu 10 anak dinyatakan bebas stunting. Bulan kedua juga sama 10 anak dan bulan ketiga tinggal satu anak. Jadi kami sangat yakin bahwa pelayanan yang baik by name by address kepada 145 anak ini dalam 3 bulan pasti akan menurun,” terangnya seraya menambahkan, intervensi yang dilakukan yaitu menyiapkan makanan lengkap dan PMT serta menyuapi anak- anak setiap harinya, sehingga hasil perkembangan anak-anak tersebut dicatat setiap harinya.
Penulis : Tesan