
Bintuni, TopbNews- Mubes dan Pra Mubes Suku Besar Kuri Wamesa Kabupaten Teluk Bintuni dan Provinsi Papua Barat mendapat sejumlah respon dari para peserta. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan pesta demokrasi Pemilu 2024.
Terkait sejumlah tanggapan tersebut, Ketua Panitia, Dominggus Urbon menegaskan, tidak ada kepentingan politik dalam kegiatan ini.
“Saya ingin jelaskan bahwa tidak ada kepentingan politik yang dibawa dalam kegiatan adat di hari ini. Tapi ini murni untuk menyatukan gagasan guna membangun dan mempersatukan masyarakat adat serta menata kelembagaan adat suku Besar Kuri Wamesa,” tegas Urbon.
Di samping menata kelembagaan adat Kuri Wamesa, Mubes kata Kaka Dom, juga merupakan bagian dari silaturahmi anak-anak adat, dimana tidak ada perbedaan tapi persatuan. Menurutnya, masyarakat adat saat ini memiliki tantangan yang cukup besar, seperti tantangan globalisasi, industrialisasi, eksploitasi, politisasi dan ekonomisasi.
“Dari tantangan besar tadi, diharapkan masyarakat adat tidak mengalami pemunahan akibat dari kemajuan sosial budaya, ekonomi, sehingga masyarakat tidak mengalami termaginalisasi,” katanya.

Dari pantauan media ini pada Jumat (19/5), beberapa kali pimpinan sidang sementara harus menskorsing jalannya sidang meski akhirnya disepakati, setelah dibentuknya badan formatur, Mubes Kuri Wamesa Kabupaten Teluk Bintuni tidak dibahas namun pembahasan pada Pra Mubes Kuri Wamesa Provinsi Papua Barat.
Di hari kedua Pra Mubes, Sabtu (20/5), peserta dibagi dalam 4 komisi yaitu Komisi 1 membahas Konsolidasi dan Organisasi; Komisi 2, AD/ART ; Komisi 3 membahas Hak-hak dasar masyarakat Kuri Wamesa dan Komisi 4 membahas Rekomendasi-Rekomendasi Masyarakat Adat Kuri Wamesa.
Musyawarah Besar Kuri Wamesa yang digelar di gedung serba guna Teluk Bintuni ini berlangsung selama 2 hari, yakni 19-20 Mei 2023.
Penulis : Tesan