Disinyalir Ada Praktek KKN di Lelang Proyek Kampus II SMK Kehutanan, Puluhan Pengusaha OAP Datangi Kejati Pabar

Aksi demo damai puluhan pengusaha OAP di kantor Kejati Papua Barat, Selasa 12/9/2023 (Foto : Tesan/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Puluhan Pengusaha Orang Asli Papua (OAP), Selasa (12/9) siang mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat di jalan Pahlawan, Sanggeng Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Mereka mendesak Kejati Papua Barat segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dalam proses lelang paket proyek Pembangunan Kampus II SMK Kehutanan Negeri Manokwari, di kota Sorong.

“Ada dugaan praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam kegiatan lelang paket proyek pembangunan Kampus II SMK Kehutanan Negeri Manokwari di kota Sorong,” ujar Markus Yenu, Kordinator aksi di Kantor Kejati Papua Barat.

Ia mengatakan, pengusaha OAP sudah cukup paham dengan praktek-praktek tidak benar dalam proses lelang terbuka paket proyek yang bersumber dari APBN maupun APBD di daerah ini.

“Bukan hal baru, namun ini cara lama yang sering dilakukan pihak panitia lelang dan satuan kerja (satker) terkait untuk memenangkan peserta tertentu meski menyalahi aturan,” ujar Yenu.

Menurutnya, dalam paket pekerjaan tersebut proses lelang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui satker SMK Negeri Kehutanan Manokwari dengan nilai paket Rp.67,9 miliar.

“Kami menolak pemenang (hasil lelang) dalam paket proyek ini, karena kami punya bukti-bukti terkait sejumlah ketentuan yang dilangkahi,” serunya.

Koordinator aksi, Markus Yenu saat menyampaikan orasinya (Foto : Tesan/TopbNews.com)

Di akhir aksi tersebut, Markus Yenu bersama perwakilan kontraktor OAP lainnya menyerahkan laporan resmi kepada pihak Kejati Papua Barat untuk dilakukan penelusuran sesuai kewenangan di Institusi Adhyaksa.

“Kami datang kesini karena kami percaya pada kinerja Kejati Papua Barat dibawah pimpinan bapak Harli Siregar, semoga laporan kami segera ditindaklanjuti,” ujar Markus.

Selanjutnya, Kajati Papua Barat, Harli Siregar melalui Asisten Intelijen Kejati Papua Barat, Erwin Saragih menerima aspirasi beserta laporan dari perwakilan pengusaha OAP tersebut.

“Terima kasih, karena sudah menyampaikan aspirasi dan laporan dengan damai. Kami segera menindaklanjuti laporan ini sesuai kewenangan kami,” ujar Erwin Saragih kepada para pendemo sebelum membubarkan diri dengan tertib.

Penulis : Tesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!