
Manokwari, TopbNews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari berkolaborasi dengan UNICEF menggelar Workshop Guru Sekolah Dasar Dalam Penerapan Mulok Malaria, Sehat Imunisasi-Gerakan Sekolah Sehat & Usaha Kesehatan Sekolah Di Kabupaten Manokwari Tahun 2025. Kegiatan ini dimaksudkan guna menekan eliminasi malaria melalui kurikulum sekolah, Selasa (25/2).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang menyampaikan, malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di beberapa wilayah endemis Indonesia khususnya di Papua Barat.
“Bapak/Ibu hadirin yang saya hormati,
adapun pencapaian Papua Barat (Kabupaten Pegunungan Arfak) merupakan pencapaian yang membangkitkan semangat bahwa Papua Barat bisa terbebas dari malaria dengan upaya yang intensif, konsisten dan adanya koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak”, ucapnya.
Marthen mengatakan, berdasarkan data yang tersedia, mengenai angka kasus malaria di Kabupaten Manokwari dalam beberapa tahun terakhir yakni:
● Tahun 2022: Kabupaten Manokwari melaporkan 7.325 kasus malaria, menjadikannya penyumbang terbesar kasus malaria di Provinsi Papua Barat, dengan total 9.418 kasus di seluruh provinsi.
● Tahun 2023: Hingga bulan April, Kabupaten Manokwari mencatat 71 kasus malaria. Penurunan ini menunjukkan tren positif dalam upaya pengendalian malaria di wilayah tersebut.
● Tahun 2024: Perlu dicatat bahwa tingginya angka kasus malaria di Manokwari dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti mobilitas penduduk antar kabupaten dan kondisi geografis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles, vektor penular malaria.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Manokwari telah mengambil langkah proaktif dalam upaya eliminasi malaria dengan mengintegrasikan edukasi mengenai penyakit ini ke dalam kurikulum sekolah dasar melalui program Muatan Lokal (Mulok) Malaria.
Program ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang pencegahan, gejala, dan penanganan malaria, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan dalam komunitasnya.
Implementasi Mulok Malaria dimulai pada tahun ajaran 2023/2024. Sebanyak 118 paket buku Mulok Malaria telah didistribusikan ke sekolah-sekolah dasar di manokwari, hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari dan UNICEF.
“Buku-buku ini dirancang khusus untuk memberikan informasi yang komprehensif dan mudah dipahami oleh siswa mengenai malaria”, terang Kadis Kesehatan.
Langkah ini sejalan dengan target Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk mencapai eliminasi malaria pada tahun 2027.
Dengan melibatkan sektor pendidikan, diharapkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan malaria dapat meningkat secara signifikan.
Melalui integrasi edukasi malaria dalam kurikulum sekolah dasar, Kabupaten Manokwari berkomitmen membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya pencegahan malaria, sehingga dapat berkontribusi dalam upaya eliminasi penyakit tersebut di wilayahnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Manokwari berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat, terutama anak-anak sekolah, tentang pencegahan dan pengendalian malaria.
Melalui pengintegrasian Mulok Malaria dalam kurikulum sekolah, kita berharap anak-anak sejak dini dapat mengenal penyakit ini, memahami cara penularannya, serta mengadopsi kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan.
“Dalam upaya melindungi anak-anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kembali dilaksanakan”, ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan optimal terhadap penyakit seperti campak, difteri, dan tetanus, yang masih menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak-anak kita.
“Dengan imunisasi yang lengkap, kita dapat memastikan mereka tumbuh sehat dan kuat dalam menghadapi masa depan”, ungkapnya.
Komitmen dan kerjasama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan target eliminasi malaria di Kabupaten Manokwari dapat tercapai sesuai rencana.
“Mari kita bangun generasi yang lebih sehat, lebih tangguh, dan terbebas dari penyakit menular.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan program ini. Terima kasih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari atas kerjasamanya, Terima kasih kepada UNICEF atas dukungannya, Terima kasih HAKLI Papua Barat sudah menginisiasi kegiatan ini dengan baik. Semoga upaya kita bersama dapat membawa manfaat besar dalam penurunan malaria dengan memaksimalkan Mulok Malaria di Kabupaten Manokwari”, tutupnya. (*)
Penulis : Marthina Marisan