
Manokwari, TopbNews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari berkolaborasi menggandeng UNICEF dan HAKLI Papua Barat menggelar Workshop Monitoring dan Evaluasi Kemitraan Pemerintah- Swasta dalam Layanan Imunisasi di Fasilitas Kesehatan Swasta dan Rumah Sakit di Kabupaten Manokwari.
Sula Thesia selaku PJ. Imunisasi Dinkes Kabupaten Manokwari yang juga ketua panitia kegiatan menjelaskan tujuan Workshop diharapkan peserta memahami kebijakan nasional dan lokal tentang imunisasi dan kemitraan layanan kesehatan; mampu mengidentifikasi tantangan dan peluang kemitraan; memiliki keterampilan memfasilitasi diskusi, koordinasi, dan monitoring kemitraan pelayanan imunisasi; serta mampu menyusun rencana tindak lanjut pelaksanaan kemitraan di wilayah kerja.
Sebanyak 36 peserta hadir mewakili tenaga kesehatan dan perwakilan fasilitas kesehatan di kegiatan yang berlangsung, Kamis (15/5/2025).
Sula menyebut terdapat 14 fasilitas kesehatan dan rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah di Kabupaten Manokwari yang telah mendapatkan pelatihan terkait pelayanan imunisasi rutin. Sebagai tindak lanjut Monev maka perlu dilakukan upaya peningkatan kembali cakupan imunisasi dasar lengkap melalui kerjasama Publik Private Mix (PPM) serta perluasan layanan imunisasi pada setiap fasilitas kesehatan dan rumah sakit swasta.
“Kualitas pelayanan imunisasi antara lain dapat diukur dengan manajemen pengelolaan vaksin, akurasi data laporan, adanya jejaring dengan petugas di pelayanan, serta dilakukannya surveilans kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” sebut Sula.
Semua tahapan ini aku Sula dimaksudkan agar terbentuk kekebalan pada anak secara maksimal, sehingga dapat menekan angka kesakitan, kematian serta kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Pertemuan ini juga kata Sula merupakan salah satu Diseminasi hasil Monev yang telah dilakukan, sekaligus peningkatan kapasitas petugas imunisasi dan menjalin kemitraan kepada faskes pemerintah dan swasta dengan Dinkes.
Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, Marthen Rantetampang mengatakan imunisasi merupakan bagian penting dari upaya kesehatan masyarakat, khususnya untuk pencegahan penyakit infeksi serius pada bayi dan anak yang dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Penyakit tersebut dikenal sebagai Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
“Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Manokwari tahun 2025 berdasarkan data PWS-SAKTI Papua Barat sampai dengan bulan Maret 2025 sebesar 15,7% dengan target kumulatif sebesar 25% (data per tanggal 4 Mei 2025). Sementara data cakupan IBL berdasarkan data PWS-SAKTI Papua Barat sampai dengan bulan Maret 2025 sebesar 12,2% dengan target kumulatif sebesar 25% (data per tanggal 4 Mei 2025),” kata Kadinkes.
Marthen menambahkan, jika melihat kelengkapan laporan puskesmas di Kabupaten Manokwari sebesar 61%. Angka ini masih tergolong under reported. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antara Dinas Kesehatan, Puskesmas dengan seluruh fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta dalam meningkatkan cakupan imunisasi di masyarakat.
“Melalui kemitraan strategis, kita telah menyaksikan bagaimana fasilitas kesehatan swasta mampu menjadi mitra aktif dalam mendukung pelaksanaan imunisasi, baik rutin maupun imunisasi tambahan,” ungkap Kadinkes.
Penulis : Marthina Marisan.