
Manokwari, TopbNews.com – Masa Reses III Tahun 2025 dimanfaatkan anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun, untuk menjalin komunikasi berbeda dengan masyarakat. Kali ini, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menggelar pertemuan bersama wartawan di Manokwari, Rabu (5/11), guna menggali aspirasi dari sudut pandang insan pers.
Pertemuan tersebut berlangsung dinamis dengan berbagai isu strategis yang mengemuka, terutama persoalan pendidikan di Papua Barat.
Sejumlah wartawan menilai kebijakan penerimaan siswa baru di sekolah unggulan milik pemerintah provinsi perlu dijalankan secara adil dan transparan, tanpa praktik titipan atau intervensi dari pihak tertentu.
Selain itu, peserta dialog juga menyinggung pelaksanaan program beasiswa luar negeri bagi anak asli Papua (OAP) yang dinilai belum tepat sasaran.

Aspirasi tersebut meminta perhatian serius dari DPRP Papua Barat agar penyalurannya dapat dilakukan secara objektif dan merata.
Masalah lain yang tak kalah penting adalah keterlambatan pembayaran hak bagi ratusan guru di Kabupaten Manokwari.
Para wartawan menilai persoalan ini harus segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan, dan DPRP Papua Barat diharapkan dapat mengawal penyelesaiannya.
Dalam diskusi itu, muncul pula usulan agar DPRP mendorong pembentukan peraturan daerah yang menjadi turunan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Langkah ini dinilai penting agar akses informasi publik di Papua Barat memiliki dasar hukum yang lebih kuat dan melibatkan organisasi pers dalam penyusunannya.

Selain isu serius, para jurnalis juga mengusulkan pengembangan cabang olahraga e-sport bagi kalangan media sebagai wadah kreatif sekaligus persiapan menuju PON NTT-NTB 2028.
Menanggapi beragam masukan itu, Xaverius Kameubun menyatakan seluruh aspirasi akan menjadi bagian dari laporan hasil Reses III Tahun 2025 yang akan disampaikan dalam rapat resmi DPR Papua Barat.
“Setiap saran dan keluhan ujiyang disampaikan hari ini akan kami tindak lanjuti dalam pembahasan dewan. Semua aspirasi masyarakat, termasuk dari insan pers, sangat berarti”, ujarnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah