
Jakarta, TopbNews- Persipura Jayapura serius menanggapi pemberhentian Liga 2 secara sepihak oleh PSSI. Pengurus Mutiara Hitam, resmi melayangkan surat somasi ke PSSI. Persipura memberi waktu tujuh hari ke depan kepada PSSI untuk mengubah keputusan penghentian liga. Jika tidak diindahkan, pengurus mengancam akan melakukan upaya hukum guna menyelamatkan klub dari keputusan sepihak PSSI.
Manajer Persipura, Yan Mandenas mengatakan, surat somasi ke PSSI sudah dikirim ke PSSI dengan memberi tembusan ke Menpora Zainudin Amali, Komisi X DPR RI, PT. LIB, AFC dan FIFA. “Apa yang kami lakukan adalah sebagai bentuk ketidak percayaan kami terhadap PSSI,” tandas Yan Mandenas di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1).
Mandenas menilai, Keputusan rapat Komite Eksekutif PSSI merugikan klub, pemain, dan ofisial. Persipura, menurut dia, sangat dirugikan mengingat persiapan yang telah dilakukan klub untuk dapat berprestasi di Liga 2 musim 2022/2023.
“Persipura juga mempertanyakan transparansi PSSI dalam membuat keputusan penghentian liga ini. Hingga kini, Persipura tidak pernah tahu klub yang meminta kompetisi tidak dilanjutkan,” katanya
Dia juga mempertanyakan penjelasan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi terkait keputusan Rapat Komite Eksekutif tersebut. Menurut Mandenas, tidak ada kegentingan yang memaksa PSSI menghentikan Liga 2 sebab masih ada solusi lain yang bisa diambil PSSI. “Faktanya, rapat antar pemilik klub peserta Kompetisi Liga 2 pada tanggal 14 Desember 2022 setuju agar kompetisi dilanjutkan dengan melakukan beberapa penyesuaian,” ucapnya.
“Persipura Jayapura meminta PSSI dalam waktu tujuh hari sejak tanggal surat ini dibuat untuk membatalkan keputusan Rapat Komite Eksekutif tanggal 12 Januari 2023 terkait penghentian Kompetisi Liga 2 serta mengadakan pertemuan khusus antara PSSI, operator pertandingan dan para klub peserta Kompetisi Liga 2 untuk menentukan format baru sebelum melanjutkan Kompetisi Liga 2 musim 2022/2023,” ujarnya. (*)
Penulis; Jhon Rogi