BPS Papua Barat Umumkan IPM 2024: Papua Barat dan Papua Barat Daya Tunjukkan Kemajuan Signifikan

Manokwari, TopbNews.com – Pada Jumat (15/11), Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat secara resmi mengumumkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 untuk Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

mostbet

Pengumuman ini dilaksanakan di Kantor BPS Papua Barat, Manokwari, dan menjadi salah satu momen penting pasca pemisahan kedua provinsi berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya pada 8 Desember 2022.

Capaian IPM Papua Barat pada tahun 2024 mencapai 67,69, meningkat 0,85 poin atau 1,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan, dari Rp.8,38 juta pada tahun 2023 menjadi Rp.8,80 juta di tahun 2024.

Pada dimensi pendidikan, angka harapan lama sekolah mencapai 13,17 tahun, meningkat 0,01 tahun dari tahun sebelumnya. Selain itu, rata-rata lama sekolah untuk penduduk usia 25 tahun ke atas juga mengalami peningkatan signifikan dari 7,66 tahun menjadi 7,86 tahun.

Sementara itu, dimensi umur panjang dan hidup sehat menunjukkan bayi yang lahir pada tahun 2024 memiliki harapan hidup hingga 68,47 tahun.

Provinsi Papua Barat Daya mencatatkan IPM sebesar 69,65, meningkat 0,58 poin atau 0,84 persen dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan, dari Rp.8,50 juta menjadi Rp.8,73 juta.

Pada dimensi pendidikan, angka harapan lama sekolah tercatat 13,88 tahun, sementara rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas naik dari 8,23 tahun menjadi 8,39 tahun.

Di sisi kesehatan, bayi yang lahir di Papua Barat Daya pada tahun 2024 diperkirakan memiliki harapan hidup hingga 70,02 tahun.

Faktor Pendorong Peningkatan IPM

Kepala BPS Papua Barat, Merry M.P menegaskan, peningkatan IPM di kedua provinsi tidak terlepas dari program strategis pemerintah daerah.

Di Papua Barat, program seperti usaha ekonomi kampung, badan usaha milik desa/kampung (BUMDes), penyediaan bibit komoditas unggulan, dan penerapan teknologi tepat guna menjadi motor penggerak utama.

Untuk meningkatkan angka harapan hidup, kolaborasi lintas sektor melalui Posyandu dan Tim Penggerak PKK menjadi kunci. Penanganan stunting, ibu hamil, dan bayi, baik di tingkat desa maupun kabupaten, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dengan keberhasilan ini, pemerintah berharap tren peningkatan pembangunan manusia di Papua Barat dan Papua Barat Daya dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!