
Manokwari, TopbNews.com – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka di Papua Barat tahun ini terasa istimewa. Pasalnya, momen sakral umat Hindu tersebut kembali beriringan dengan bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri umat Muslim.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Papua Barat, I Wayan Patiyasa, menegaskan komitmen menjaga kedamaian dan toleransi di Bumi Kasuari.
“Kami tetap akan melaksanakan program perayaan, termasuk Dharma Shanti”, ujar I Wayan Patiyasa saat ditemui di Manokwari, Kamis (5/6).
Menurutnya, Dharma Shanti merupakan momentum silaturahmi dan saling memaafkan antarumat, yang maknanya sejalan dengan halal bihalal dalam tradisi umat Muslim maupun perayaan kebersamaan dalam peringatan Natal umat Kristiani.
Rencananya, kegiatan tersebut akan digelar pada akhir Maret atau awal April mendatang. Untuk lokasi pelaksanaan, PHDI Papua Barat berencana memusatkan kegiatan di Pura Segara, Manokwari.
Lokasi tersebut dinilai strategis dan mampu menampung umat Hindu dari berbagai wilayah, termasuk dari dataran Maripi, serta unsur umat dari Polda dan Kodam.
“Kalau di kota, tempatnya kurang memadai. Jadi kemungkinan besar kita pusatkan di Pura Segara agar semua umat bisa hadir”, jelasnya.
Tak hanya itu, PHDI juga membuka peluang menghadirkan kembali ogoh-ogoh seperti tahun sebelumnya, meski pelaksanaannya masih menunggu kesiapan teknis dan dukungan umat.
“Mudah-mudahan program ini bisa kita wujudkan agar berjalan dengan baik”, tambahnya.
Menariknya, Hari Raya Nyepi yang jatuh pada sasih kesanga (bulan kesembilan dalam kalender Saka) bertepatan dengan Ramadan yang juga merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah.
Keselarasan ini dinilai sebagai simbol kuat pesan spiritual tentang pengendalian diri, refleksi, dan kedamaian.
I Wayan Patiyasa mengimbau seluruh umat, khususnya umat Hindu, untuk terus menjaga harmoni antarumat beragama di Papua Barat, terutama di Kabupaten Manokwari.
“Kami berharap toleransi dan kedamaian tetap terjaga. Bulan ini adalah bulan penuh berkah, bulan yang membawa ketenangan. Mari saling hormat-menghormati dan menjaga persaudaraan”, tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan yang terus digaungkan, perayaan Nyepi di Papua Barat diharapkan menjadi simbol kuat bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan toleransi adalah fondasi utama menjaga kedamaian di Tanah Papua. (*)
Penulis : Marthina Marisan