
Manokwari, TopbNews.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou menyampaikan, alasan memilih Puskesmas Sowi sebagai program percontohan (pilot project) karena banyaknya kasus anak stunting yang telah berhasil diatasi.
“Setelah kita melakukan intervensi kebijakan penanganan stunting, sebagian besar anak stunting di Puskesmas Sowi berhasil dituntaskan,” tutur Bupati Hermus kepada wartawan, usai Rapat Paripurna, Jumat (29/9) di Kantor DPRD Kabupaten Manokwari.
Hermus mengatakan, hal ini tentunya menjadi contoh yang baik bagi seluruh Puskesmas yang berada di Kabupaten Manokwari untuk dapat melakukan upaya dan peningkatan dalam penanganan stunting.
“Artinya apa yang dilakukan Puskesmas Sowi adalah contoh dan juga pembelajaran bagi puskesmas lain, yang kemudian dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Manokwari,” ucap Hermus.
Kepala Puskesmas Sowi, Gerda Boseren mengatakan, dalam kurun waktu tiga bulan intervensi stunting, sebanyak tujuh anak stunting berhasil sembuh dari sembilan anak stunting.
“Jadi khusus untuk puskesmas sowi kami sudah melakukan intervensi selama 90 hari. Dalam bulan pertama jumlahnya 9 anak, kemudian di bulan kedua turun menjadi 4 anak dan pada bulan ketiga turun menjadi 2 anak, sehingga dapat kami nyatakan tujuh anak sudah terbebas dari stunting,” jelas Gerda.
Gerda menjelaskan, kedua anak tersebut terindikasi memiliki gejala penyakit penyerta. Sehingga, harus dilakukan penanganan secara intensif.
“Dua anak ini ada indikasi gejala TB Paru, sehingga masih dalam pengawasan dan intervensi,” ungkapnya.

Gerda menyebut, selama proses penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Sowi, faktor yang turut mempengaruhi terjadinya stunting adalah pola asuh, lingkungan dan asupan gizi yang kurang.
“Ada banyak faktor contohnya pola asuh, lingkungan tempat tinggal, asupan gizi dan ekonomi. Walaupun daerah kota tapi ekonomi tidak bagus pasti akan menyebabkan anak stunting,” kata Gerda.
Gerda menambahkan, intervensi anak stunting dilakukan bekerja sama dengan Kader Posyandu dan Tim PKK untuk menyiapkan makanan tambahan bergizi.
“Jadi teknisnya begini, kami masak di satu tempat lalu kami distribusikan ke rumah anak-anak stunting dan memberikan mereka makan, kemudian ditunggu hingga selesai makan barulah petugasnya kembali bekerja. Dan intervensi ini berhasil kami terapkan di Puskesmas Sowi,” ungkapnya.
Dirinya berharap peran aktif orang tua dalam memberikan asupan gizi bagi anak-anak, sehingga upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Manokwari menjadi maksimal.
Diketahui, wilayah Puskesmas Sowi memiliki 11 Pos Posyandu, dimana pada setiap pos memiliki 5 orang kader yang disiapkan untuk melayani dan mengontrol perkembangan dari setiap anak stunting. (*)
Penulis : Marthina Marisan