Ancaman Pencemaran Laut Jadi Perhatian DKP Papua Barat

Manokwari, TopNews.com – Ancaman pencemaran di kawasan perairan Teluk Doreri hingga Maruni menjadi perhatian Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat.

Melalui aksi bersih-bersih laut dan pantai yang digelar Jumat (12/6/2026), pemerintah mengajak masyarakat terlibat langsung menjaga kelestarian ekosistem laut dari dampak sampah dan limbah.

Kegiatan yang berlangsung dari Pantai Ketapang, Kwawi hingga Pulau Mansinam itu dilaksanakan dalam rangka memperingati World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026.

Aksi tersebut juga menjadi bagian dari Gerakan Kampanye Laut Bersih yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, Origenes Ijie, mengatakan peringatan Hari Laut Sedunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan laut.

Menurutnya, laut merupakan sumber kehidupan yang menopang berbagai sektor, mulai dari perikanan, pariwisata hingga mata pencaharian masyarakat pesisir.

Karena itu, keberadaannya harus dijaga dari berbagai ancaman yang dapat merusak keseimbangan ekosistem.

“Laut kita harus tetap bersih dan sehat. Jangan sampai tercemar oleh sampah maupun limbah yang dapat merusak habitat biota laut serta terumbu karang yang menjadi kekayaan Papua Barat”, ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, tingkat pencemaran di kawasan perairan dari Pulau Mansinam hingga Maruni saat ini diperkirakan mencapai sekitar 15 persen.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pembangunan serta pertumbuhan kawasan permukiman yang berpotensi menghasilkan limbah dan sampah ke wilayah perairan.

Jika tidak ditangani secara serius, pencemaran laut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan pesisir, keberlangsungan habitat biota laut, serta menurunkan produktivitas sumber daya perikanan yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Melalui kampanye ini, DKP Papua Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan laut semakin meningkat.

Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam upaya menekan pencemaran dan menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan.

Origenes menegaskan bahwa menjaga kebersihan laut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kalau laut tetap terjaga, maka sumber daya perikanan dan kehidupan masyarakat pesisir juga akan tetap berkelanjutan. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga laut dari berbagai bentuk pencemaran”, katanya. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!