Aksi Demo Tolak UU TNI dan PSN di Manokwari, Suarakan Aspirasi Masyarakat Papua

Riko Rikson Iba, Ketua GMNI Manokwari (Foto : Yohan/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (Unipa) bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manokwari menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua. Aksi berlangsung damai di sejumlah titik strategis di Manokwari, Kamis (10/4).

mostbet

Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran mahasiswa dan masyarakat atas pengesahan UU TNI yang dinilai mengancam demokrasi serta hak-hak masyarakat sipil di Papua.

Riko Rikson Iba, Ketua GMNI Manokwari sekaligus juru bicara aksi, menyebutkan bahwa latar belakang unjuk rasa ini berakar pada ketidakpuasan terhadap keputusan DPR yang dinilai terburu-buru dalam mengesahkan UU tersebut.

“Latar belakang aksi hari ini adalah melihat pada undang-undang, khususnya UU TNI yang sudah beberapa hari lalu ditetapkan oleh DPR. Kami nilai ini sangat berdampak bagi masyarakat, terutama di Papua”, ujar Riko dalam keterangannya kepada wartawan.

Menurut Riko, aksi ini merupakan inisiatif dari BEM Unipa, sementara GMNI Manokwari diundang untuk turut bersolidaritas dan menyuarakan kepentingan rakyat.

“Kami diundang oleh teman-teman BEM Unipa untuk bergabung dan turut menyuarakan aspirasi bersama”, tambahnya.

Koordinator lapangan aksi memastikan bahwa pemberitahuan kepada pihak keamanan telah dilakukan sesuai prosedur. Strategi pengamanan internal juga telah disiapkan oleh panitia aksi untuk menjaga ketertiban selama berlangsungnya demonstrasi.

“Kami sudah siapkan korlap dan perangkat aksi lengkap untuk menjaga keamanan dan kelancaran aksi. Surat pemberitahuan juga sudah disampaikan ke pihak berwenang”, jelasnya.

Para mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini murni merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari masyarakat Papua yang menginginkan keadilan dan perlindungan terhadap hak-hak mereka. Mereka berharap pemerintah pusat bisa mendengar dan menindaklanjuti tuntutan dengan serius.

“Harapan kami, pemerintah mendengarkan aspirasi ini dan merespons dengan tindakan nyata demi kepentingan masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di Papua Barat”, kata Riko.

Jika tuntutan tidak direspons dengan baik, para mahasiswa berjanji akan terus mengawal isu ini dan menggelar aksi lanjutan.

“Kalau hari ini tidak ada jawaban yang baik, maka kami akan kembali turun menyuarakan aspirasi yang sama. Ini bukan aksi terakhir”, pungkasnya. (*)

Penulis : Yohan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!