
Wondama, Topbnews.com – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan, dalam memenangi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem.
Hal ini dikatakan Waterpauw pada kegiatan Gerakan Intervensi Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem oleh Pemprov Papua Barat, di Kampung Webi, Distrik Rasiei, Teluk Wondama, Rabu (21/6).
Dijelaskan Pj. Gubernur Waterpauw, di Papua Barat saat ini, tercatat anak terindikasi Stunting sebanyak 2.659 anak. Terdiri dari Kabupaten Fakfak 904 anak, Manokwari 628 anak, Teluk Bintuni 530 anak, Kaimana 255 anak, Manokwari Selatan 147 anak, Teluk Wondama 129 anak dan 56 anak di Kabupaten Pegunungan Arfak.
“Itulah pertanyaan saya untuk apa kita disini. Saya dan PKK datang ke Wondama bukan untuk jalan-jalan atau tunjuk jago, kita mau selesaikan masalah ini dengan semua yang ada disini,” tegasnya.
Ditambahkan Waterpauw, terdapat tujuan percepatan secara umum dan khusus. Untuk umum, Penurunan Prevalensi Stunting sesuai angka saat ini, disinyalir terdapat kampung yang belum terdata. Oleh sebab itu perlu adanya keterbukaan untuk bersama mengatasi.

Para Kepala Kampung diminta proaktif agar penanganan dapat menyeluruh, utamanya fokus pada posyandu. Hal tersebut penting agar saat penilaian dari pusat ada kerja nyata secara sinergi mulai tingkat Kampung, Distrik, Kabupaten hingga Provinsi.
“Saya minta kejujuran hari ini, Bupati mohon ingatkan data kembali lewat posyandu, kader yang sangat paham juga agar mereka dari rumah ke rumah. Katakan jumlah itu, saya berharap ada data yang ada disitu, jangan ada data lain. Makanya ini saya mau cek nanti, kita kerja kepentingan hanya untuk menjawab semua ini dengan baik,” kata Waterpauw.
Adapun tujuan khususnya adalah dipastikan Penurunan Stunting karena merupakan Perintah, Program Strategis Nasional.
“Kita sepakat untuk menjadikan prioritas menurunkan Stunting bersama pemerintah dan tokoh masyarakat,” tandas Waterpauw.
Penulis : Tesan