Setangkup Rindu dan Haru Milik Waterpauw dari Kampung Lakahia

Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw bersama istri Ny. Roma Megawanty saat berziarah ke makam ayahanda Ferdinan Waterpauw di Lakahia, FakFak (Foto : Istimewa)

Kaimana, TopbNews.com – Kampung halaman selalu membuka memori yang terpendam. Ingatan yang tak lekang oleh waktu. Serasa memanggil-manggil pulang untuk mengingat kembali peristiwa dan waktu yang telah berlalu.

mostbet

Membawa setangkup rindu, menyimpan degup bahagia, sambil menengok kapal dan penari yang menjemput jadi debar semakin terasa ketika perjalanan mendekati kampung halaman di Pulau Lahakia, Kampung Boiya, Selasa (17/10) sore. Mungkin seperti itulah suasana hati Pj Gubernur Paulus Waterpauw saat itu.

Suara ombak yang menderu seolah kalah dengan suara nyanyian dan tarian warga saat menyambut kedatangan Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw ditemani istrinya Ny. Roma Megawanty. P. Waterpauw juga Bupati Kaimana, Freddy Thie.

Tiba di bibir pantai Gubernur Waterpauw dan Ny. Roma disambut warga dengan injak piring lalu diajak ke Kampung sambil menari Seka. Gubernur Waterpauw, Ny. Roma Megawanty, Bupati Freddy pun ikut menari bersama warga hingga menuju Balai Kampung Boiya.

Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw bersama istri Ny. Roma Megawanty disambut masyarakat Lakahia, FakFak (Foto : Istimewa)

“Selamat kembali ke kampung halaman,” ujar Bupati Freddy di Balai Kampung disambut tepuk tangan puluhan warga. Waterpauw tampak penuh senyum dan haru bisa kembali ke kampung halamannya.

“Warga sudah dari pukul 4.00 WIT membunyikan suara tape memperdengarkan lagu-lagu daerah sebagai tanda Bapak Gubernur akan datang. Mereka begitu antusias,” ujar Kadistrik Teluk Etna Yance Manasira.

Yance mengatakan, masyarakat di Distrik Teluk Etna sangat menyayangi Paulus Waterpauw.

“Mereka menilai beliau ini membawa nama baik kampung, keluarga, juga pemerintah. Nama beliau sudah dihati masyarakat,” ujarnya.

Pj Gubernur Waterpauw mengaku senang dan bahagia bisa kembali ke Lakahia bertemu saudara juga keluarga, ia pun melakukan ziarah ke makam Ayahnya, Ferdinan Waterpauw.

Sebelum menjabat Penjabat Gubernur Papua Barat, lelaki kelahiran Fakfak ini pernah mengisi jabatan penting di tubuh Polri yaitu Kabaintelkam Polri, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP.

Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw bersama istri Ny. Roma Megawanty dan Bupati Freedy Tie menari bersama saat disambut masyarakat Lakahia, FakFak (Foto : Istimewa)

Mantan Kapolda Papua Barat, dua kali Kapolda Papua dan Kapolda Sumatera Utara ini, berpesan kepada para orang tua yang hadir untuk bekerja keras mendidik anak-anak dengan baik agar bisa bercita-cita yang tinggi.

“Baca, tulis, berhitung itu penting. Jadi mama-mama dan bapak dorang harus tahu dan itu dasar. Paling penting berilah makanan-makanan yang bergizi untuk anak-anak,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Waterpauw beserta istri membawa bahan makanan juga pakaian layak pakai bagi masyarakat yang dibelinya sendiri di Mall Manokwari.

Ziarah

Usai beramah ramah dengan warga Pj Gubernur Waterpauw dan Ny. Roma Megawanty beranjak pulang dengan berjalan kaki sejauh 200 meter menuju lima cottage milik Waterpauw yang telah diserahkan kepada warga kampung untuk dikelola dan hasil pendapatan untuk kas kampung.

Dalam perjalanan menuju cottage melewati kuburan warga. Gubernur Waterpauw dan Ny. Roma Megawanty menyempatkan diri melihat kuburan ayahanda almarhum, Ferdinan Waterpauw.

Suasananya tiba-tiba hening tak ada suara-suara dari 20-an warga yang mengantar. Waterpauw membuka pintu kuburan ayahanda dan menuju nisan bersama Ny Roma Megawanty. Ia tampak berdiam sebentar lalu memperhatikan makam ayahanda.

Kelelahan yang dirasakan selama perjalanan dari Kaimana menuju Pulau Lakahia kini terbayar sudah. Berziarah ke makam ayahanda terkasih tentu banyak kenangan terpatri yang selalu menyertai haru dalam setangkup rindu, Sang Jenderal Bintang Tiga. (*/rls)

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!