
Jayapura, TopbNews.com – Festival Kobahaja dengan tema “Kota Baru harapan Jayapura” telah menjadi wadah yang luar biasa bagi warga kota Jayapura.
“Wadah untuk memahami lebih dalam keberagaman budaya dan keindahan alam yang dimiliki oleh Koya Barat dan koya Timur juga menjadi kesempatan yang baik bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan bakat kreatifitasnya dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah,” kata Stanly Meraudje staf ahli bidang SDM dan kemasyarakatan mewakili Pj Wali Kota Jayapura pada penutupan Festival Kobahaja, Minggu (15/10) malam.
Dia menyebut parawisata dan ekonomi kreatif adalah dua aspek penting dalam mewujudkan visi Pembangunan Daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Wilayah Koya dan Koya Timur memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi pariwisata unggulan di kota Jayapura. Keindahan alam, keberagaman budaya dan keramahan penduduk setempat adalah aset yang tidak ternilai harganya,” ujar Stanly.
Dia mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja bersama-sama untuk mengembangkan pariwisata di distrik muara Tami.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pengembangan dan ekonomi kreatif di kota Jayapura, pemerintah kota Jayapura akan akan bersama menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sektor-sektor ekonomi kreatif ini sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat,” tandasnya.

Sementara itu Ketua panitia yang diwakili Chalid Naano, Kasie Bina Ekraf Berbasis Media, Desain dan IPTEK Dinas Pariwisata Kota Jayapura mengatakan, selama berlangsungnya Kobahaja Fest selama hari, perputaran uang di 22 stand UKM dan komunitas sebesar Rp.16 juta lebih.
“Meskipun ini merupakan event perdana di distrik muara Tami khususnya di koya namun perputaran rupiah pada Kobahaja Festival sebanyak 16 juta lebih.
Dan akhirnya penguatan ekonomi di koya distrik muara Tami berlangsung dengan baik,” ucapnya.
Dikatakan Nano, kegiatan Kobahaja Fest akan menjadi kegiatan reguler yang diinisiasi oleh Wakoba telaga, D’ bless family, dan para komunitas.
“Sesuai tema Kobahaja Fest ‘ Wisata rakyat menuju kota baru’ muara Tami sangat berpeluang untuk menjadi kota baru seperti yang disampaikan beberapa pengunjung,” ujarnya.
Nano berujar, out put dari event Kobahaja ini akan menjadi titik nol baru di kota Jayapura, sehingga hasil dari event ini bisa menumbuhkembangkan perekonomian di distrik muaratami dan Mari jadikan distrik muara tami menjadi kota baru.
Dispar Kota Jayapura Akan Mencari Aktivasi Area Ruang Publik Milik Pemerintah
Kobahaja Festival “ kota Baru harapan Jayapura telah menjadi salah satu target program Dinas Pariwisata dalam aktivasi ruang ruang publik di wilayah kota jayapura.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura saat penutupan Kobahaja Fest, Minggu, (15/10).
“Kami menyasar di 5 distrik yang ada di kota Jayapura, dimana ruang publik pertama yang sekaligus menjadi home base yakni di Jayapura Utara – Taman Imbi yang menjadi titik nol kota Jayapura. Dan kami juga terus menyasar ke 4 distrik lainnya yang menjadi area publik milik pemerintah yg diaktifkan untuk komunitas,” ungkap Bentar Mano.

Di muara tami pihaknya telah mencoba di area milik warga yang dikolaborasikan bisa membuat event di area pemancingan Wakoba, dan dihadiri banyak pengunjung dan masyarakat.
“Dari Kobahaja sendiri kami mau ada harapan baru dari kota Jayapura, karena arah pembangunan kota Jayapura sendiri diarahkan ke timur kota Jayapura.
Daerah muara tami merupakan daerah dataran yg rata, berbeda dari wilayah kota yang 60 persen masih berbukit sehingga pemanfaatan lahan sangat baik sekali untuk pemukiman yang saat ini bertumbuh sangat pesat,” terangnya.
Ini menjadi harapan baru bagi pengembangan ekonomi maupun kegiatan wisata di kota. Menurutnya, masih banyak hal yang akan dibuat salah satunya di distrik Heram dan Abepura sehingga bisa terlaksana dengan baik bagi kepentingan masyarakat kota Jayapura. (*)
Penulis : NatYo