
Jayapura, TopbNews.com – Warga Pasundan di Tanah Papua, Paguyuban Sunda 1913, Sabtu (30/9) menggelar Pagelaran Seni Budaya Sunda dan Papua dalam Rangka Milangkala.
Kolaborasi Pagelaran Seni Budaya yang dilaksanakan pada Milangkala Ke-110 Paguyuban Pasundan ini merupakan yang pertamakalinya di Papua.
Ketua Wilayah Paguyuban Pasundan 1913 Papua, Entis Sutisna mengatakan, di era Perkembangan Zaman, Seni Dan Budaya Sunda harus terus dilestarikan agar tidak punah.
“Seni Dan Budaya Mempersatukan. Untuk Itu, Kami Berkomitmen Memajukan Seni Dan Budaya Jawa Barat agar tetap terjaga kelestariannya dari generasi ke generasi,” katanya.
Entis berharap, Pagelaran ini bisa menampilkan sebuah kesenian yang bisa menjadi Khasanah baru bagi warga di Papua, bahwa kekayaan seni budaya Jawa Barat juga kerupakan kekayaan budaya bangsa kita.

“Alhamdulillah kolaborasi Ini mendapat sambutan yang luar biasa dari pengurus pusat dan juga dari Rektor ISBI Bandung, juga dari Pemerintah Kota Dan Kabupaten Jayapura,” ujarnya,
Di usia yang ke-110 diharapkan, Paguyuban Sunda akan semakin eksis dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi pembangunan di Papua khususnya dalam pengembangan seni dan budaya,” ungkapnya.
Sementara Itu, Ketua Umum Paguyuban Pasundan 1913, Didi Turmudzi menyampaikan, terima kasih kepada pengurusnya yang terus membangun kebersamaan dan rasa cinta.
“Pagelaran Seni Budaya dan Wayang Golek berpengaruh besar pada rasa dan cinta untuk Persatuan Dan Kesatuan warga sunda. Semoga kegiatan itu menginspirasi organsiasi paguyuban pasundan di seluruh di Indonesia,” Kata Didis scara virtual.

Didi berharap, pada tahun politik nanti seluruh warga sunda di Tanah Papua tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
“Tahun politik jangan sampai mengganggu persatuan dan kesatuan. Beda pendapat dan sikap Itu hal biasa. Perbedaan itu jangan menjadi musibah, tapi rahmat bagi kita semua,” tegasnya.
Pj Sekda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan, seni budaya merupakan wahana pemersatu. Karena itu, warga sunda sebagai agen pemajuan kebudayaan untuk terus berperan aktif.

Menurutnya, peran Paguyuban Pasundan harus terus disosialisasikan kepada warga sunda untuk mendukung dan memajukan Tanah Papua, terutama kota Jayapura.
“Pergelaran Seni Budaya Sunda Harus Dimasukan Dalam Agenda HUT Kota Jayapura,” jelasnya.
Milangkala Ke-110 Paguyuban Pasundan 1913 juga dihidiri para mahasiswa dan Rektor ISBI Bandung, Rektor ISBI Papua, Pimpinan OPD Pemkot Jayapura dan dihibur oleh Tari Jaipongan, Permainan Angklung, Tarian Batik, serta Pagelaran Wayang Golek. (*)
Penulis : NatYo