
Jayapura, TopbNews.com – Sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, media mempunyai peran yang sangat penting. Salah satu fungsi itulah yang coba diinisiasi oleh BKKBN Papua untuk mensosialisasikan beberapa programnya kepada masyarakat melalui media.
Terlebih BKKBN mendapat amanah melalui Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 untuk menurunkan kasus stunting di Indonesia menjadi 14% di tahun 2024.
“Kami ingin agar program percepatan penurunan stunting dapat dijangkau banyak orang dengan dipublikasikan sebanyak mungkin, sehingga banyak orang bisa paham bagaimana mencegah stunting,” kata kepala BKKBN Provinsi Papua, Nerius Auparay usai membuka forum komunikasi jurnalis dalam percepatan penurunan stunting di Papua.
Forum komunikasi jurnalis diikuti puluhan media elektronik, cetak dan media lokal yang ada di Papua, dan menghadirkan beberapa pemateri diantaranya Moh. Sodiq, Koordinator program manager Satgas Stunting Papua, Dewi Anggraeni Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mohamadiyah Papua, dan Piter Ginuni, Selasa (11/9).

Nerius Auparay menjelaskan, dari hasil survey pada tahun 2021 angka stunting berada di 29,5 persen. Dan berdasarkan hasil survey status gizi Indonesia pada tahun 2022 angka berubah naik 5,1 persen sehingga menjadi 34,6 persen.
“Secara keseluruhan di Papua di 29 kab/kota ada 20 kabupaten yang angkanya turun tapi tidak banyak. Tapi juga ada beberapa kabupaten yang pointnya naik seperti Supiori yang sebelumnya 29,2 persen naik setelah survey menjadi 40,5 persen.
Itu yang membuat Supiori angkanya terlihat tinggi karena jumlah kampung sesuai survey pada tahun 2021 hanya 10 kampung , tahun 2022 menjadi 38 kampung. Sehingga angka prevelensi stuntingnya tinggi,” bebernya.

Tidak hanya Kabupaten Supiori, ada beberapa kabupaten di Papua yang juga mengalami kenaikan seperti Mamberamo Raya, Asmat, Nduga, yahukimo, dan Lanny Jaya.
Dirinya berharap, para jurnalis papua juga turut berperan aktif dalam memberikan informasi melalui medianya masing masing sehingga banyak masyarakat yang memahami tentang pentingnya mencegah angka prevelensi stunting.
Salah satu narasumber dari Koordinator Program Manager Satgas Stunting Papua, Moch. Sodiq menjelaskan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam komunikasi perubahan perilaku dalam Upaya Percepatan penurunan stunting (PPS).
“Semua kita yang hadir dan semua pemerintah daerah hendaknya selalu memperhatikan betul lima pilar yang ada dalam upaya PPS yakni komitmen berkelanjutan dari para pemimpin, peningkatan literasi masyarakat, konvergensi dan keterpaduan lintas sektor, pemenuhan gizi yang tepat dan penguatan sistem pemantauan dan evaluasi,” jelasnya.
Sementara peran jurnalis dalam upaya PPS diantaranya sebagai agen pembantu, alat kontrol sosial, pemberi informasi, pendidik masyarakat, serta menjadi wakil publik. (*)
Penulis : NatYo