
Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Kota Jayapura bersama BKKBN Provinsi Papua terus berkolaborasi dalam penanganan stunting bersama seluruh pihak di Kota Jayapura.
Pada Forum Koordinasi Stunting Kota Jayapura, Selasa (29/8), Penjabat Wali Kota Jayapura yang diwakili Pj sekda Kota Jayapura Robby Kepas Awi menyampaikan,
forum ini adalah langkah konkrit dalam memperkuat koordinasi intensif dan efektif antara sektor guna mencapai target percepatan penurunan stunting di kota Jayapura.
“Stunting bukanlah masalah yang dapat diselesaikan oleh satu sektor saja tetapi memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah lembaga kesehatan pendidikan, pertanian serta masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap program-program yang telah dilaksanakan, karena evaluasi secara berkala yang dapat membantu mengukur sejauhmana capaian mengidentifikasi kendala-kendala yang mungkin muncul.
“Sangatlah penting dan perlu kita mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan apakah telah sesuai dengan tujuan awal dan bagaimana dampaknya terhadap penurunan angka stunting di kota Jayapura,” katanya.

Dirinya berharap forum ini dapat menjadi wadah yang produktif untuk berbagi pengalaman informasi dan pengetahuan antara sektor, serta dapat belajar dari daerah lain yang telah berhasil.
Sementara itu Plh Sekretaris BKKBN Provinsi Papua, Wadib Sakakin mengatakan, permasalahan stunting mempunyai dampak yang sangat merugikan baik dari segi kesehatan maupun dari segi produktivitas ekonomi dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Diketahui saat ini satu dari lima balita Indonesia tergolong stunting atau sekitar 21,6% data SSGI Tahun 2022 pemenuhan gizi pada balita stunting dan calon pengantin merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mencegah terjadinya stunting dan mengoreksi balita stunting.
“Berbagai hal telah dilakukan oleh berbagai pihak sebagai upaya untuk menurunkan prevalensi tersebut.
Namun seperti yang kita ketahui bersama angka prevalensi stunting Provinsi Papua justru mengalami kenaikan yaitu dari 29,5% di tahun 2021 naik menjadi 34,6% di Tahun 2022. Hal tersebut menunjukkan bahwa diperlukan berbagai upaya akselerasi untuk dapat menurunkan angka stunting Provinsi Papua pada tahun-tahun ke depan,” ungkapnya.
Sementara prevalensi stunting kota Jayapura mengalami penurunan dari tahun 2021 sebesar 22,9% dan di tahun 2022 turun menjadi 20,6%.
Diharapkan melalui kegiatan forum koordinasi stunting tingkat kota Jayapura berbagai kendala yang dihadapi dapat diselesaikan secara seksama untuk dapat menentukan langkah-langkah strategis yang akan diambil.
Dia menambahkan tujuan dilaksanakannya forum koordinasi stunting tingkat kota Jayapura tahun 2023 adalah yang pertama mereview perkembangan pelaksanaan percepatan penurunan stunting di kota Jayapura.
Kedua merumuskan strategi, langkah-langkah dan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat kota Jayapura tahun 2023 hingga 2024.
Ketiga membangun dan meningkatkan koordinasi komunikasi dan sinergi lintas sektoral dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di kota Jayapura dan meningkatkan peran serta lintas program dan lintas sektor dalam melaksanakan strategi percepatan penurunan prevalensi stunting di kota Jayapura.
(*)
Penulis : NatYo