
Manokwari, TopbNews- Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manokwari, Emba Rantelino menyampaikan, sejumlah bangunan yang terdampak dari pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) Borasi dimulai dari Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Manokwari, Kantor Keuskupan Sorong, Perumahan GKI Klasis Manokwari, TK Santa Ursula dan Lapangan Borasi.
Menurutnya, Kementerian PU telah menganggarkan tahap pertama dari dua tahap atau multi years kontrak yang direncanakan, dan progresnya sudah ada pada tahapan lelang.
“Tahap pertama ada pada bangunan utama yaitu struktur yang letaknya ada diatas gedung-gedung ini. Oleh sebab itu gedung ini kemudian menjadi prioritas untuk dibongkar. Progres pelelangan sampai saat ini sudah masuk pada tahapan evaluasi, dan sedikit lagi kita masuk pada tahapan kontrak adapun rencana yang terbuat dalam kontrak,” ujarnya.

Dijelaskannya, tahun pertama 2023 yaitu pengadaan tiang pancang atau pemancangan, sehingga wujud konstruksinya adalah terbangunnya pondasi daripada bangunan utama RTP Borasi. Sedangkan tahap kedua tahun 2024, menyelesaikan seluruh bangunan penataan RTP Borarsi termasuk penataan lapangan borasi.
Empa Rantelino melaporkan, luas bangunan utama dan penunjang yang akan dibangun adalah 8.896m2 dari luas total lahan 24.940m2 yang terdiri dari dua lantai.
“Lantai satu terdiri dari area bermain, panggung utama, fasilitas penunjang lainnya dan lantai dua merupakan pusat pelatihan UMKM dan pusat seni dan budaya,” tutup Emba Rantelino, mengakhiri laporannya. (*)
Penulis : Marthina Marisan