
Merauke, TopbNews – 51 peserta potensi SAR di Merauke, Papua Selatan mengikuti sosialisasi system deteksi dini gawat darurat, Rabu (10/5). Sosialisasi yang digelar Basarnas Merauke ini bertujuan memberi gambaran sistem deteksi dini Basarnas yang dapat mendeteksi sinyal bahaya dari radio beacon pada frekuensi 406 Mhz.
Berdasarkan pemaparan pemateri dari Basarnas Pusat, radio beacon terdiri tiga jenis, yakni Emergency Locator Transmiter (ELT) pada pesawat, Emergency Position Indicator Radio Beacon (EPIRB) yang digunakan transportasi laut, dan Personal Locator Beacon (PLB) yang digunakan untuk perorangan.

Selain menyampaikan materi tentang Radio beacon, juga dijelaskan aturan dan teknis sistem deteksi dini yang dimilik Basarnas. Selain pemateri dari basarnas, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan juga turut memberikan materi terkait aturan dan informasi dasar kesyahbandaraan.
Sosialisasi ini diikuti peserta dari TNI, Polri, Instansi pemerintah, swasta, organisasi, nelayan dan agen-agen kapal yang beroperasi di Merauke. (*)
Penulis: Jhon Rogi